Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Religi & Pesantren · 1 Mar 2024 18:35 WIB

MUI Bongkar Bangunan Diklaim Petilasan Syekh Maulana Ishaq di Krucil


					BONGKAR: Sejumlah Pengikut Gus Abdul Qodir membongkar sebuab lokasi yang diyakini petilasan Syekh Maulana Ishaq. (foto: Ali Ya'lu). Perbesar

BONGKAR: Sejumlah Pengikut Gus Abdul Qodir membongkar sebuab lokasi yang diyakini petilasan Syekh Maulana Ishaq. (foto: Ali Ya'lu).

Probolinggo,- Sebuah makam di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil yang diyakini oleh Gus Abdul Qodir dan jamaahnya sebagai petilasan Syekh Maulana Ishaq akhirnya dibongkar pada Kamis (29/2/2024). Pembongkaran dilakukan oleh jamaah Gus Abdul Qodir.

“Jemaahnya sendiri yang membongkar, termasuk alat-alatnya mereka bawa sendiri,” kata Sekretaris MUI Kecamatan Krucil, Mahfud Suhairi Luthfi, Kamis (29/2/2024).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo, H Yasin mengatakan, pembongkaran tersebut memang sudah dijadwalkan. Pihaknya memang meminta kepada Gus Abdul Qodir untuk melakukan pembongkaran. Sebab, lokasi tersebut memang bukanlah petilasan Syekh Maulana Ishaq.

Ia menjelaskan, saat pertama mendapatkan kabar tentang adanya petilasan Syekh Maulana Ishaq di daerah Krucil, pihaknga langsung menelusuri pencetusnya. Sebab, tidak ada warga setempat yang meyakini lokasi tersebut sebagai petilasan.

“Orang Bago, Kecamatan Besuk, Gus Qodir itu. Termasuk yang mengadakan kegiatan keagamaan di lokasi tersebut ya Gus Qodir dan pengikutnya yang dari Besuk itu, tidak ada kalau warga Kalianan atau Krucil,” ujarnya.

Saat pertama dimintai klarifikasi, ia menyebut bahwa Gus Qodir meyakini lokasi tersebut sebagai petilasan Syekh Maulana Ishaq tidak terlepas dari mimpi yang dialamimya.

Dari mimpi itu, Gus Qodir dan pengikutnya kemudian beberapa kali menggelar acara keagamaan di lokasi tersebut.

“Ngakunya dari mimpi, kemudian ingin dikembangkan menjadi wisata religi agar bisa mendongkrak ekonomi,” ucapnya.

Taufik pun berharap, masyarakat tidak mudah untuk meyakini suatu tempat sebagai sebuah petilasan. Terlebih, petilasan itu baru ditemukan akhir-akhir ini.

“Kalau memang petilasan, pasti kami akui sebagai petilasan. Kalau bukan petilasan, ya jangan disebut dan dijadikan petilasan,” ujarnya. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Perluas Dakwah, NU Krejengan Probolinggo Gelar Pelatihan Digital

10 Februari 2025 - 15:43 WIB

Mengenal Sofia, Aktivis asal Leces yang Kini Menakhodai Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

27 Januari 2025 - 13:04 WIB

Kreatif! Ponpes Azidan Barokatu Zainil Hasan Gelar Lomba Kreasi Tumpeng Sambut Hari Ibu

16 Desember 2024 - 19:43 WIB

Era Baru NU Kota Probolinggo Dimulai, Tiga Pilar jadi Spirit Gerakan

27 Oktober 2024 - 19:22 WIB

MUI Kab. Probolinggo Sebut Agen Zionisme Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

29 Juli 2024 - 19:33 WIB

Ratusan Jamaah Haji Kota Probolinggo Tiba, Pj. Walikota Beri Pesan Begini

4 Juli 2024 - 13:06 WIB

Trending di Religi & Pesantren