Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Peristiwa · 16 Mar 2024 15:52 WIB

BPBD Sebut Badai Siklon jadi Pemicu Banjir di Pasuruan


					TERGENANG: Pemukiman warga 3 kecamatan di Kab. Pasuruan kala diterjang banjir. (foto: Moh. Rois). Perbesar

TERGENANG: Pemukiman warga 3 kecamatan di Kab. Pasuruan kala diterjang banjir. (foto: Moh. Rois).

Pasuruan,- Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan dalam tiga pekan terakhir. Badai siklon yang tengah melanda Australia disebut menjadi penyebab banjir tersebut.

Informasi dari BPBD Kabupaten Pasuruan, tiga kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Winongan, Grati, dan Rejoso. Ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter lebih.

“Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang diakibatkan badai siklon di Australia,” ungkap Sugeng Hariadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sabtu (16/3/24).

Hingga saat ini, dijelaskan Sugeng, wilayah Kabupaten Pasuruan terutama di daerah pegunungan masih mengalami curah hujan tinggi. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada daerah hilir yang berpotensi mengalami banjir akibat luapan sungai.

“Informasi cuaca setiap harinya kami sampaikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam susulan,” ujar Sugeng.

Untuk mengantisipasi bencana susulan seperti tanah longsor dan banjir, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Masyarakat Desa Tangguh di Kabupaten Pasuruan telah melakukan pembersihan aliran sungai dengan alat berat untuk memperlancar arus sungai dan mencegah luapan air.

Selain banjir, badai siklon ini juga akibatkan tanah longsor di wilayah pegunungan Bromo, yakni di Kecamatan Tosari dan Puspo. Warga diimbau untuk tidak keluar rumah saat hujan deras karena tebing-tebing hutan sepanjang jalan rawan longsor.

“Kewaspadaan dan kesigapan masyarakat sangat penting dalam menghadapi bencana alam,” Sugeng memungkasi. (*)

 

 

Editor: Mohammad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa