Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Budaya · 5 Apr 2024 21:10 WIB

Tak Peduli Ramadan, 167 Pasangan di Probolinggo Pilih Bercerai


					Ilustrasi perceraian. Perbesar

Ilustrasi perceraian.

Probolinggo – Selama Maret yang bertepatan dengan Ramadan, angka perceraian di Kabupaten Probolinggo masih cukup tinggi. Di bulan penuh berkah itu, Hakim Pengadilan Agama (PA) Kraksaan memutus 167 kasus perceraian.

Panitera Muda (Panmud) Hukum PA setempat, Faruq mengatakan, jumlah tersebut, dari jumlah tersebut, perkara cerai gugat (CG) masih mendominasi. Bahkan, jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah cerai talak (CT)

“Jadi yang CT 56, sedangkan yang CG jauh lebih banyak, 111 perkara,” katanya, Jumat (5/4/2024).

Ia menjelaskan, dari angka perceraian mayoritas faktor penyebabnya ialah persoalan ekonomi. Selain itu, pihaknya juga menemui kasus perceraian yang disebabkan oleh faktor perselingkuhan, ada juga karena menikah di usia dini.

“Sejauh ini faktor yamg paling dominan atau banyak, masih tetap dengan bulan-bulan sebelumnya, yakni faktor ekonomi,” terangnya.

Faruq pun mengimbau, agar pasangan suami istri untuk dapat saling menghargai dan mengerti satu sama lain.

Sehingga, kasus perceraian dapat dicegah dan tidak terjadi. Sebab menurutnya, dalam agama Islam, yang merupakan perbuatan sunnah adalah menikah, bukan justru memutuskan pernikahan atau cerai.

“Kalau dapat saling menghargai dan mengerti, tentu kehidupan berumah tangga akan harmonis,” ujarnya. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rohim

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Hari Raya Kuningan, Mohon Perlindungan dan Keselamatan di Alam Semesta

5 Oktober 2024 - 16:33 WIB

Umat Hindu Tengger Sembahyang Hari Raya Kuningan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung

5 Oktober 2024 - 13:25 WIB

Warga Desa Darungan Lumajang Berebut Tiga Gunungan Hasil Bumi dan 1.000 Ketan

29 September 2024 - 15:25 WIB

Trending di Budaya