Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Peristiwa · 14 Apr 2024 18:27 WIB

Banjir Dominasi Bencana Alam di Kabupaten Probolinggo


					TERENDAM: Banjir menggenangi pemukiman warga Desa Kedunggaleng, Kec. Dringu, Kab. Probolinggo, beberapa waktu lalu. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

TERENDAM: Banjir menggenangi pemukiman warga Desa Kedunggaleng, Kec. Dringu, Kab. Probolinggo, beberapa waktu lalu. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Musim hujan di Kabupaten Probolinggo masih belum berakhir. Sehingga, potensi terjadinya bencana masih bisa terjadi di daerah yang telah memiliki 46 bencana selama Januari-Maret ini.

Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana mengatakan, potensi terjadinya bencana masih harus terus diwaspadai, utamanya bencana hidrometeorologi.

Sebab, bencana ini terjadi seiring dengan intensitas curah hujan. “Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi masih kerap terjadi. Sehingga, potensi bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai,” kata Silvia, Minggu (14/4/24).

Ia menjelaskan, dari 46 bencana yang telah terjadi sampai Maret lalu, mayoritas merupakan bencana banjir yang bermula dengan turunnya hujan dengan intensitas tinggi.

Dari 46 bencana yang telah terjadi, 20 di antaranya merupakan bencana banjir, 13 tanah longsor, 10 cuaca ekstrem dan angin kencang, dan satu laka air. Serta, dua bencana kebakaran.

“Sejak Januari lalu, hujan yang terjadi masih dengan intensitas normal,” ucap wanita berhijab ini.

Sedangkan pada Februari – Maret, terpantau telah terjadi peningkatan intensitas curah hujan dari menengah – tinggi. Hal ini hampir terjadi di 24 kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Mayoritas bencana yang terjadi karena memang bencana hidrometeorologi. Tetapi, ada juga bencana kebakaran yang turut kami berikan bantuan logistik dan asesmen,” tutup dia. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa