Menu

Mode Gelap
H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

Budaya · 23 Apr 2024 17:31 WIB

Berharap Kemakmuran, Warga Tengger Bromo Gelar Ritual Unan-unan


					SAKRAL: Warga Desa Ngadas di lereng Gunung Bromo mengarak sesaji menuju pure. (foto: Hafiz Rozani) Perbesar

SAKRAL: Warga Desa Ngadas di lereng Gunung Bromo mengarak sesaji menuju pure. (foto: Hafiz Rozani)

Probolinggo,- Warga Suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/4/2024) siang, gelar ritual Unan-unan. Dengan ritual ini, warga berharap semakin bertambah makmur gemah ripah loh jinawi.

Salah satu desa yang melaksanakan tradisi Unan-unan adalah Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura. Pelaksanaan dimulai pukul 10.00 WIB dengan diawali dengan mengarak sesaji.

Sesaji yang diarak salah satunya berupa kepala sapi, yang diarak dari kantor Desa Ngadas menuju Pura Agung Dharma Bhakti, sejauh sekitar satu kilometer.

Setibanya di pura, sesaji kemudian diletakkan dan dilanjutkan dengan pembacaan mantra-mantra yang ditujukan kepada Sang Hyang Widi Wasa.

Kelapa Desa Ngadas, Kastaman mengatakan, Unan-unan merupakan tradisi selamatan bumi dan langit. Ritual tersebut dilaksanakan sejak nenek moyang (leluhur) Tengger hingga saat ini agar manusia yang hidup di bumi diberikan keselamatan.

“Salah satu sesaji dalam tradisi ini yakni kerbau yang melambangkan kekuatan supranatural yang dipercaya warga Suku Tengger bisa membangkitkan semangat lahir batin, sehingga warga Suku Tengger tenteram dan kuat,” ujar Kastaman.

RITUAL: Pembacaan mantera di Pura Agung Darma Bhakti Desa Ngadas, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, setelah seluruh sesaji sampai di pure. (foto: Hafiz Rozani).

Tradisi Unan-unan yang digelar lima tahun sekali ini melambangkan Panca Srada atau lima kepercayaan. Diantaranya percaya kepada Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan Maha Kuasa), percaya pada leluhur, dan percaya kepada dewa.

Setelah ritual pembacaan mantra, sesaji yang sebelumnya diarak kemudian diperebutkan oleh warga. Salah satu sesaji yang diperebutkan yakni bungkusan daun berisi nasi dengan lauk daging kerbau yang dipercaya dapat menolak bala serta membawa berkah.

Sementara, untuk kepala kerbau yang juga dibawa, oleh dukun pandita dibacai mantra kemudian dikubur di dalam area Pura Agung Dharma Bhakti.

“Dengan ritual tradisi Unan-unan saya berharap warga Desa Ngadas dapat hidup makmur, gemah ripah loh jinawi,” Kastaman menegaskan.

Pemerhati budaya, Agus Salahudin mengatakan, Suku Tengger adalah salah satu suku di Kabupaten Probolinggo yang masih mempertahankan adat istiadat.

Salah satunya, acara Unan-unan, yang merupakan tradisi mensucikan bumi. Tradisi seperti itu, menurut Agus, harus dijaga dan dilestarikan.

“Suku Tengger mayoritas beragama Hindu, juga ada yang beragama lain. Toleransi di lingkungan warga Tengger tetap terjaga dan patut ditiru,” puji Agus. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 147 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Hari Raya Kuningan, Mohon Perlindungan dan Keselamatan di Alam Semesta

5 Oktober 2024 - 16:33 WIB

Umat Hindu Tengger Sembahyang Hari Raya Kuningan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung

5 Oktober 2024 - 13:25 WIB

Warga Desa Darungan Lumajang Berebut Tiga Gunungan Hasil Bumi dan 1.000 Ketan

29 September 2024 - 15:25 WIB

Trending di Budaya