Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Ekonomi · 25 Apr 2024 17:30 WIB

Petani Gagal Panen, Permintaan Banyak, Harga Bawang Merah Naik


					MEROKET: Pedagang sedang menimbang bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kab. Probolinggo. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

MEROKET: Pedagang sedang menimbang bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kab. Probolinggo. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Cuaca hujan berakibat sebagian besar petani bawang merah di Probolinggo mengalami gagal panen. Di sisi lain, permintaan tinggi sehingga membuat harga bawang merah serta di Pasar Bawang, Kecamatan Dringu naik.

Kondisi ini juga dibarengi dengan stok bawang merah di pasar bawang yang juga sudah sangat terbatas.

Dari pantauan PANTURA7.com, harga bawang merah ukuran super Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah ukuran besar Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.

Kemudian untuk bawang merah ukuran sedang mencapai Rp 32 ribu hingga Rp 38 ribu, dan untuk ukuran kecil Rp 18 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang bawang merah di pasar bawang, Ainul Yakin mengatakan, harga bawang merah di Pasar Bawang ini karena banyak tanaman bawang merah milik petani yang rusak akibat cuaca. Cuaca hujan mengakibatkan sebagian petani gagal panen.

“Akibat stok bawang dari petani ini terbatas, harga bawang merah naik. Selain itu, banyak daerah lain yang juga mengambil bawang merah ke Pasar Bawang Dringu,” ujar Ainul, Kamis (25/4/24).

Ainul mengatakan, harga bawang merah saat ini sempat turun dibandingkan dua hari yang lalu mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Namun harga ini masih terbilang tinggi.

“Meski stok terbatas, banyak pembeli dari daerah lain yang membeli di pasar bawang Probolinggo, karena kualitas rasanya bagus,” papar dia.

Sementara petugas Pasar Bawang Dringu, Imra’atul Hasanah menyebut, harga bawang merah saat ini sempat turun dibandingkan tiga hari lalu yang mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

“Untuk stok saat ini mencapai 50 ton, namun menjelang sore stok tersebut akan berkurang. Bahkan, pada musim seperti saat ini yang banyak petani gagal panen, stok di pasar bawang pernah hanya tersedia 10 ton saja,” tuturnya. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi