Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Religi & Pesantren · 23 Mei 2024 16:41 WIB

Jelang Puncak Perayaan Waisak, Jemaat Klenteng Tri Dharma Mandikan Patung Budha


					BERSIH-BERSIH: Salah satu jemaat klenteng Tri Dharma Kota Probolinggo sedang memandikan patung Budha. (foto: Hafiz Rozani)
Perbesar

BERSIH-BERSIH: Salah satu jemaat klenteng Tri Dharma Kota Probolinggo sedang memandikan patung Budha. (foto: Hafiz Rozani)

Probolinggo, Menjelang perayaan Hari Raya Waisak yang digelar Kamis malam (23/5/24) Klenteng Tri Dharma Sumber Naga, Kota Probolinggo menggelar upacara memandikan patung Budha kecil.

Ritual memandikan Budha ini rutin digelar tiap tahun dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Waisak.

Ritual memandikan pantung Budha kecil digelar sejak Kamis, sekitar pukul 09.00 WIB. Patung Budha kecil yang diletakkan di halaman luar bangunan Klenteng dicuci dan disiram dengan air kembang.

Menyiram patung Budha ini juga sebagai simbol membersihkan kotoran batin dalam diri masing-masing, serta memberi ketenangan hati dan pikiran di setiap jemaat Klenteng Tri Dharma yang juga turut menyiram patung Budha.

Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga, Ervan Sudjianto mengatakan, pada perayaan Waisak nanti sekitar pukul 19.00 WIB akan ada sembahyang bersama.

Pada tahun 2568 BE, tahun 2024 detik-detik Waisak jatuh pada pukul 20.52 WIB maka pukul 20.30 WIB akan ada pembacaan Parita Suci.

“Nantinya bersamaan dengan pembacaan Parita Suci dan saat detik-detik perayaan Waisak seluruh umat dalam keadaan meditasi atau hening,” ujar Ervan.

Sementara salah satu jemaat Klenteng Tri Dharma, Sandra mengatakan, makna menyiram patung Budha ini memberikan ketenangan hati, pikiran, kedamaian seperti air mengalir.

“Selain hal tersebut, perayaan Waisak ini terlebih dalam hidup keberagaman dan kerukunan umat agama,” cetusnya. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Haliza

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Perluas Dakwah, NU Krejengan Probolinggo Gelar Pelatihan Digital

10 Februari 2025 - 15:43 WIB

Mengenal Sofia, Aktivis asal Leces yang Kini Menakhodai Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

27 Januari 2025 - 13:04 WIB

Kreatif! Ponpes Azidan Barokatu Zainil Hasan Gelar Lomba Kreasi Tumpeng Sambut Hari Ibu

16 Desember 2024 - 19:43 WIB

Era Baru NU Kota Probolinggo Dimulai, Tiga Pilar jadi Spirit Gerakan

27 Oktober 2024 - 19:22 WIB

MUI Kab. Probolinggo Sebut Agen Zionisme Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

29 Juli 2024 - 19:33 WIB

Ratusan Jamaah Haji Kota Probolinggo Tiba, Pj. Walikota Beri Pesan Begini

4 Juli 2024 - 13:06 WIB

Trending di Religi & Pesantren