Lumajang,- Menjelang hari raya Idul Adha 1445 Hijriyah, harga sapi di wilayah Kabupaten Lumajang, mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga sapi potong bahkan mencapai lebih 10 persen dari harga awal.
Di Pasar Hewan Lumajang, harga sapi yang awalnya hanya Rp15 juta, kini menjadi Rp17 juta per ekor. Sedangkan harga sapi kategori bobot besar, kini seharga Rp26 juta, meski sebelumnya hanya dijual sekitar Rp22 juta.
“Harganya tergantung bobot. Misalnya sapi dengan bobot 250 kilogram yang harganya Rp15 juta, naik menjadi Rp17 juta, namun ini masih termasuk normal,” kata pedagang sapi di Pasar Hewan Lumajang, Along Karisma, Senin (27/5/24).
“Kalau bobotnya sudah 300 kilogram ke atas, maka harganya sudah mencapai Rp22 juta hingga Rp26 juta,” imbuh Along.
Kenaikan harga sapi terjadi lantaran banyaknya permintaan hewan potong untuk kurban Idul Adha. Untungnya, ketersediaan sapi masih melimpah, sehingga warga tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga yang cukup tinggi.
“Biasanya harga akan jauh lebih mahal, ketika stok sapi tinggal sedikit, namun kenyataannya sekarang masih melimpah,” Along menambahkan.
Senada dengan Along, Muhammad Faisol menyebut, dalam satu pekan terakhir, jumlah pembeli sapi di Pasar Hewan Lumajang memang telah mengalami peningkatan.
“Jadi untuk stok sapi di pasar hewan Lumajang masih aman, tidak tahu lagi kalau nanti ada pembeli dari Surabaya. Sebab, kalau mereka datang kesini, pasti belinya banyak,” jelasnya.
Pembeli sapi, Joko Susanto mengaku memaklumi jika hanya sapi di pasaran sudah mulai naik. Namun demikian, ia tetap membeli karena sudah diniatkan untuk kebutuhan hewan qurban saat Idul Adha.
“Meski sudah naik, saya harus membelinya, karena kalau membeli mepet hari raya Idul Adha, harganya sudah berbeda lagi,” pungkasnya. (*)
Editor: Mohamad S
Publisher: Moh. Rochim