Lumajang,- Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi potong di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Lumajang, mulai meroket. Naiknya harga jual sapi disinyalir lantaran banyaknya permitaan.
Penelusuran PANTURA7.com, harga sapi yang awalnya Rp15 juta, kini naik hingga Rp17 juta per ekor. Sedangkan sapi kategori bobot besar, harganya mencapai Rp22 juta hingga Rp26 juta per ekor.
Pedagang sapi di Pasar Patok Lumajang, Sutrisno mengakui, harga sapi disesuaikan dengan permintaan masyarakat. Jika permintaannya tinggi, maka harga sapi akan semakin mahal.
“Karena kan, kalau permintaannya tinngi, pastinya harga sapi akan mahal, apalagi sudah mendekati Hari Raya Kurban,” kata Sutrisno, Rabu (29/5/24).
Sementara itu, Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menyampaikan, kenaikan harga sapi potong dan hewan qurban lainnya masih sangat wajar. Sebab, kebutuhan akan hewan qurban memang meningkat.
“Insya-Allah kebutuhan hewan kurban di Lumajang itu bisa kita cukupi. Kalau soal harga itu hal yang wajar,” ujar wanita yang akrab disapa Yuyun itu.
Lebih lanjut Yuyun menyampaikan, stok hewan qurban milik peternak Lumajang masih mencukupi. Artinya, tidak perlu mendatangkan sapi dari luar Lumajang.
“Karena hewan ternak untuk kebutuhan qurban di Lumajang sendiri masih mencukupi,” ungkapnya.
Meski begitu, imbuh Yuyun, sebelum diperjual belikan di Pasar Hewan Lumajang, hewan qurban tersebut harus dicek kesehatannya karena dikhawatirkan terpapar PMK dan Lato-lato.
“Nah ini yang harus kita lakukan pengawasan pengedaran, termasuk juga bagaimana usia hewan kurban yang akan dipasarkan. Hewan qurban ada batasannya, ada syaratnya, nah ini harus bisa kita lihat,” pungkasnya. (*)
Editor: Mohamad S
Publisher: Moh. Rochim