Menu

Mode Gelap
Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

Kesehatan · 11 Jun 2024 19:07 WIB

Bikin Resah, Polisi Buru Penyebar Hoaks Kambing Mati Mendadak di Paiton


					BURU PENYEBAR HOAKS: Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori, saat menyisir lokasi peternakan kambing bersama Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. (foto: Ali Ya'lu). Perbesar

BURU PENYEBAR HOAKS: Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori, saat menyisir lokasi peternakan kambing bersama Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. (foto: Ali Ya'lu).

Probolinggo,- Beredarnya pesan berantai tentang kambing yang mati mendadak di sejumlah desa di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, membuat aparat kepolisian turun tangan.

Sebab pesan berantai yang ternyata hoaks itu, menimbulkan keresahan.  Padahal saat ini banyak masyarakat yang sedang mencari kambing menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha.

“Banyak kasus kambing mati mendadak di paiton, daerah (desa) Sukodadi, Pondokkelor, Lapangan Tembak (Desa Sumberanyar), Jabung, dan Tunjungan. Ada yang keluar darah dari mulut,” begitu isi pesan berantai tersebut.

Kapolsek Paiton, AKP Maskur Anshori mengatakan, begitu mendapati ada pesan berantai tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan para kepala desa untuk memastikan kebenarannya.

“Setiap informasi dari masyarakat ataupun WhatsApp yang berantai, maka kami selalu akan mencari kebenaran berita tersebut,” kata Maskur, Selasa (11/6/2024).

Ia menyebut, terkait pesan berantai matinya kambing di sejumlah desa di Kecamatan Paiton, juga sudah diketahui oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana.

“Perintah dari Kapolres Probolinggo, untuk mengecek terkait kambing yang didapati ada virus di dalamnya sehingga (mati) mengeluarkan darah dari hidung dan mulut,” Maskur menjelaskan.

Setelah mengecek ke sejumlah desa, didapati hanya ada satu kambing yang mati secara mendadak, yakni di desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Sedangkan di desa lainnya sama sekali tidak ada kambing yang mati mendadak.

“Kami bersama dengan pihak peternakan (Dinas Pertanian, red) setelah mengecek, betul ada satu kambing yang mati, tetapi bukan karena virus atau penyakit,” ucap dia.

Sementara terkait pesan berantai yang menyebut banyak kambing mati mendadak di sejumlah desa di Paiton, pihaknya memastikan hal itu adalah hoaks.

Selanjutnya, ia akan melaporkan hal tersebut kepada Kapolres Probolinggo. Selain itu, sumber utama penyebar hoaks, juga sedang ia buru.

“Kadi upaya hukum lanjutan dari penyebar hoaks tersebut seperti apa. Agar situasi tetap kondusif menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mempergunakan media sosial secara bijak. Sehingga tidak terjadi penyebaran informasi palsu atau hoaks.

“Apa yang sudah dilakukan melalui media sosial, apabila itu tidak benar atau hoaks tentunya ada konsekuensi hukum yang akan didapati pelaku,” tuturnya. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan