Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Ekonomi · 14 Jun 2024 17:26 WIB

Hama Tikus Serang Jagung dan Padi di Lumajang, HKTI Lontarkan Kritik Menohok


					RUSAK: Hamparan tanaman jagung petani Lumajang yang diserang hama tikus. (foto: Asmadi). Perbesar

RUSAK: Hamparan tanaman jagung petani Lumajang yang diserang hama tikus. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Puluhan hektar lahan tanaman jagung dan padi di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, rusak akibat diserang hama tikus. Ragam cara pun dilakukan petani untuk membasmi hama tersebut namun sejauh ini belum membuahkan hasil.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang Ishak Subagio mengatakan, adanya serangan hama tikus di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pasrujambe, tentu membuat resah para petani.

“Hal ini menunjukkan bahwa putusnya mata rantai makanan yang ada di ekosistem sawah kita, perburuan ular sawah dan tyto alba (burung hantu) yang cukup masif berakibat tidak terkendalinya populasi hama tikus itu sendiri,” jelas Ishaq, Jum’at (14/6/24).

Disamping itu, Ishak, gerakan pengendalian (Gerdal), yang difasilitasi oleh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), terkendala minimnya anggaran.

Sebab, anggaran yang disediakan oleh pemerintah daerah, nilainya cukup kecil dan sering di refokusing ke kebutuhan lainnya.

Parahnya, mayoritas petugas POPT bukan karyawan yang dinaungi Pemkab Lumajang, melainkan pegawai Pemprov Jawa Timur yang diperbantukan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang.

“Inilah sebenarnya salah satu penghambat petugas POPT untuk bergerak, mereka hanya punya garis koordinatif saja dengan DKPP, karena anggaran Gerdal dibiayai dari Pemerintah Provinsi,” papar Ishak.

“Kedepan perlu diatur pola kinerja yang pas dan didukung anggaran yang cukup agar kerja mereka bisa optimal dan bisa secara cepat merespon keluhan petani,” tambahnya.

Menurut Ishak, arah pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lumajang harus benar benar berpihak pada petani, karena mayoritas penduduk di kota pisang adalah petani

“Jangan seperti sekarang ini, yang terkesan sektor ini merupakan sektor yang tidak penting dan diabaikan, padahal pertanian menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup signifikan,” kecam Ishak.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Candipuro, Edy Purwanto, membenarkan adanya serangan hama tikus tersebut. Namun saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak.

“Benar, memang beberapa tahun ini, di kawasan Desa Kloposawit banyak petani yang mengeluh karena tanaman terserang hama tikus,” terang Edy. (*)

 

 


Editor: Mohammad S
Publisher: Moch. Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 394 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi