Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Ekonomi · 16 Jun 2024 10:01 WIB

Berkah Idul Adha, Perajin Panggang Sate di Lumajang Banjir Pesanan


					BERKAH IDUL ADHA: Abdul Halim saat membuat alat panggangan sate di depan rumahnya. (foto: Asmadi). Perbesar

BERKAH IDUL ADHA: Abdul Halim saat membuat alat panggangan sate di depan rumahnya. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Hari Raya Idul Adha 2024 tinggal menghitung hari. Rutinitas tahunan itu tidak sekedar ritual keagamaan, namun juga jadi ladang rejeki bagi sejumlah warga.

Seperti yang dirasakan Abdul Halim (49), perajin panggangan sate asal Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. Dalam beberapa hari terakhir, dagangan laris manis diburu pemesan.

Dengan bermodal alat sederhana seperti tang, gunting, plat besi, paku dan alat untuk melubangi, Abdul Halim memanfaatkan limbah alat elektronik dan sisa material bangunan menjadi alat pemanggang sate yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Bahan utamanya ini dari Galvalum atau baja ringan, saya memanfaatkan limbah alat elektronik dan sisa material bangunan, CPU Komputer, dan lemari es,” kata Halim, Minggu (16/6/24).

Menurut Halim, momen Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi dirinya. Pasalnya, pesanan panggangan sate meningkat drastis saat menjelang hari raya kurban.

“Permintaan tidak terbatas, yang penting saya kerjakan sedapatnya bahan,” papar dia.

Menurutnya, dalam sepekan ia sanggup mengerjakan pesanan hingga 3 kodi (60 unit) panggang sate seorang diri, yang seluruh produknya habis terjual.

Meski tak mencapai ratusan, Halim mengaku pesanan panggangan sate yang datang cukup menggerakkan roda keuangan usahanya sebagai produsen alat panggangan sate.

“Target saya minimal satu minggu mengerjakan 3 kodi atau 60 buah,” tutur pria paruh baya ini.

Harga 1 unit alat panggangan sate, imbuh Halim, antara Rp13.000 hingga Rp15.000. Perbedaan harga tergantung jenis bahan yang digunakan.

Panggangan sate buatan Halim, kadang dijual perseorangan, dimana pembeli datang langsung ke rumahnya. Namun tak jarang dijual dalam bentuk partai dengan dikirim ke sejumlah toko.

“Kalau bahan galvalum harganya Rp13.000, kalau dari plat komputer Rp15.000. Alhamdulillah, menjelang Idul Adha permintaan panggangan sate dari toko cukup banyak. Kita setor berapa saja pasti diterima,” pungkasnya. (*)

 

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Moch. Rochim


 

Artikel ini telah dibaca 269 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi