Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Budaya · 25 Jun 2024 21:30 WIB

Jadi Simbol Kerukunan Umat Beragama, Pura di Lereng Gunung Semeru tak Kecipratan Dana Pemerintah


					SAKRAL:  Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. (foto: Asmadi). Perbesar

SAKRAL: Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dikenal sebagai simbol kerukunan antar umat beragama.

Sebab, pura yang sakral nan eksotik itu, tidak hanya digunakan umat Hindu untuk beribadah, melainkan juga kerap digunakan umat agama lain untuk berkegiatan.

Selain itu, letaknya yang berada ditengah pemukiman umat Hindu, muslim dan sejumlah penganut agama kristen, membuat aroma pluralisme di Pura Mandhara Giri Semeru Agung kian kental.

Namun siapa sangka dibalik kemegahannya, pengurus pura justru tertatih-tatih dalam memenuhi biaya perawatan tempat ibadah yang dibangun pada tahun 1988 itu.

Ketua Pengurus Harian Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Wira Dharma menyampaikan, selama ini anggaran untuk perawatan Pura Mandara Giri Semeru Agung hanya mengandakan dari internal saja.

“Ya, selama ini kita memang dari intern. Hanya kemarin saya mengajukan lampu solar sel dan pengecatan jalan kepada Bu Pj. Bupati dan langsung direspon,” jelas Wira, Selasa (25/6/24).

Wira menyebut, tidak ada anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk biaya operasional dan pemeliharaan Pura.

“Dari pemkab (Lumajang) belum ada mas, untuk perawatan dan lain-lain kita mengandalkan sumbangan umat intern saja,” ungkapnya.

Karena hanya mengandalkan sumbangan yang didapat dari orang-orang yang datang ke pura, maka pihaknya harus benar-benar bisa mengelola anggaran pura se-efektif mungkin.

“Kita harus benar benar jeli untuk mengeluarkan anggaran, biar bisa mencukupi untuk bayar listrik, air pegawai dan potong rumput,” beber Wira.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Harisma Wati mengatakan, Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang terletak di lereng Gunung Semeru adalah tempat ibadah.

Dengan demikian, imbuh Yuli, maka seluruh aktivitas, kebersihan, termasuk fasilitas dan kenyamanan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung menjadi tanggung jawab pengelola.

“Anggarannya tidak ada. Tapi, kalau pertanyaannya, kenapa Pura tidak dibersihkan, ya kita tidak bisa. Kalau pura tanggungannya pengelola pura, kalau menganggarkan disitu tidak bisa,” beber dia. (*)

 

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Moch. Rohim


 

Artikel ini telah dibaca 248 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Trending di Pemerintahan