Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 25 Jul 2024 16:22 WIB

Tolak Sekolahnya Dimerger, Siswa SDN Widoro Probolinggo Menangis Histeris


					DIMERGER: Siswa SDN Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menolak merger dengan sekolah lain. (foto: Ali Ya'lu). Perbesar

DIMERGER: Siswa SDN Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menolak merger dengan sekolah lain. (foto: Ali Ya'lu).

Probolinggo,- Tangis histeris siswa SDN Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pecah saat mengetahui sekolahnya akan dimerger,  Kamis (25/7/2024).

Mereka tak menyangka aktivitas belajar yang selama ini rutin dilakukan, akan dipindahkan ke sekolah lain dengan sistem merger.

Rencana pemindahan aktivitas belajar tersebut membuat para siswa-siswi dari kelas I hingga kelas VI yang berjumlah 38 anak, menangis.

Mereka menolak untuk dimerger dengan SDN yang berada di Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan.

Mereka pun membentangkan kertas dengan sejumlah tulisan untuk menolak pemindahan sekolah.

Hal itu dilakukan para siswa di depan ruangan tempat para wali murid, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) menggelar pertemuan di sekolah tersebut.

Merger direncanakan oleh Disdikdaya lantaran jumlah siswa di SDN Widoro tidak memenuhi kuota minimal. Bahkan, selama ini kegiatan belajar di sekolah tersebut dilakukan dengab sistem multigrade.

Husnul Chotimah, siswi kelas V mengaku, enggan untuk dipindahkan ke sekolah lainnya. Ia beralasan sudah merasa nyaman dan betah menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Kalau dipindah saya sedih, karena rumah saya dekat dari sini, jadi gak mau dipindah,” kata Husnul seraya mengusap sisa air matanya.

Sementara itu, Inayah, wali murid SDN Widoro mengatakan, ia dan wali murid lainnya ikut menolak pemindahan tempat belajar siswa, karena dinilai bakal mengganggu mental mereka.

“Kami pihak orangtua tetap memohon, agar tempat sekolah siswa tidak dipindahkan. Karena kami khawatir mengganggu mental anak-anak kami,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala SDN Widoro, Syaiful Anshori mengatakan, alasan pihak Disdikdaya akan melakukan merger untuk efisiensi anggaran.

Sehingga, sekolah yang tidak mencapai 60 murid akan dimerger dengan sekolah terdekat.

“Untuk kegiatan belajar mengajar, sebenarnya kami sudah multigrade. Yakni menggabungkan kelas 1 dan 2, 3 dan 4, kemudian 5 dan 6. Untuk tenaganya juga lengkap, ada tiga guru kelas, ditambah guru olahraga, agama, penjaga, operator, dan saya kepala sekolah,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD pada Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indariyati mengatakan, sejumlah SDN di Kabupaten Probolinggo memang banyak yang dimerger lantaran tidak terpenuhinya kuota minimal jumlah siswa.

Salah satunya SDN Widoro yang akan dimerger dengan SDN Gebangan. “Total ada 24 yang dimerger se-Kabupaten Probolinggo,” tutur Sri Agus. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Haliza


 

Artikel ini telah dibaca 173 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura