Menu

Mode Gelap
Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

Pendidikan · 31 Jul 2024 16:27 WIB

Merger Tuai Penolakan Wali Murid, Pj Bupati Probolinggo Datangi SDN Widoro


					DIALOG: Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, berdialog dengan para wali murid SDN Widoro. (foto: Ali  Ya'lu). Perbesar

DIALOG: Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, berdialog dengan para wali murid SDN Widoro. (foto: Ali  Ya'lu).

Probolinggo,- Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto mendatangi SDN Widoro pada Rabu (31/7/2024) siang. Kedatangannya, untuk memastikan langsung kondisi sekolah yang akan dimerger tersebut.

SDN Widoro merupakan salah satu dari 24 SDN yang akan dimerger oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Dari 24 SDN tersebut, hanya merger di SDN Widoro yang mendapat penolakan dari para wali murid.

Rencana kedatangan Pj Bupati Ugas tersiar di kalangan masyarakat setempat. Alhasil, para wali murid berkumpul di sekolah menanti kedatangannya sekaligus untuk menyampaikan keluh kesahnya.

Setibanya di lokasi, Pj Bupati Ugas langsung mengecek kondisi sekolah. Setelah itu, ia baru menemui para wali murid.

Sejumlah wali murid langsung menyampaikan harapannya agar pemerintah tidak melakukan merger. Namun, keputusan merger tetap akan diberlakukan.

“Keputusan merger sudah kami buat, dan tetap pada itu. Tapi jangan khawatir, baik murid atau gurunya tetap akan kami perhatikan,” kata Ugas.

Ugas menyebut, keputusan merger diambil lantaran beberapa faktor. Faktor utamanya, adalah jumlah siswa di sekolah tersebut mulai dari kelas I – VI hanya berjumlah 38 anak.

Selain itu, ia juga menilai bahwa beberapa gedung kelas kondisinya sudah tidak layak untuk dijadikan tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Hal ini juga untuk melakukan efisiensi tenaga pendidik atau guru,” tambah eks Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo ini.

Sementara itu, Kepala SDN Widoro Syaiful Anshori mengatakan, pihaknya akan mengikuti dan mematuhi apa yang sudah diputuskan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Ibarat warung, saya ini hanya pegawainya. Jika pemiliknya ingin menutup warungnya, ya silakan,” tandasnya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 24 SDN yang akan dimerger oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, berikut rinciannya:

SDN Pajarakan Kulon I
SDN Pajarakan Kulon II
SDN Kaliacar I
SDN Kaliacar II
SDN Sapikerep I
SDN Sapikerep II
SDN Sumberbulu I
SDN Sumberbulu II
SDN Gebangan
SDN Widoro
SDN Sumurmati I
SDN Sumurmati II
SDN Kecik I
SDN Kecik II
SDN Sindetlami I
SDN Sindetlami II
SDN Jorongan I
SDN Jorongan IV
SDN Tigasan Kulon I
SDN Tigasan Kulon IV
SDN Kandangjati Kulon I
SDN Kandangjati Kulon II
SDN Tongas Wetan I
SDN Tongas Wetan II. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Haliza


 

Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Baru Sehari Uji Coba, Program MBG di Kota Probolinggo Dihentikan

18 Februari 2025 - 13:54 WIB

Trending di Nasional