Pasuruan,- Dalam beberapa pekan terakhir, elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pasuruan, intens melakukan silaturahmi politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pertemuan ini memunculkan spekulasi tentang kemungkinan terbentuknya koalisi antara kedua partai tersebut dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Pasuruan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Hindun Aisyah, menegaskan bahwa partainya tengah mempertimbangkan berbagai tawaran koalisi dari beberapa partai, termasuk PDIP.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai hal tersebut akan melalui konsultasi dengan para Masyayikh yang tergabung dalam Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
“Semua akan kami dikonsultasikan kepada para Masyayikh. Karena bagaimanapun juga, PKB ini tidak hanya Tanfidz, tetapi juga ada Dewan Syuro yang mana para Masyayikh itu banyak di situ, sehingga harus kita konsultasikan,” ungkap Hindun kepada wartawan, Kamis (8/8/2024) kemarin.
Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Eddy Paripurna, menekankan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi politik antara PDIP dan PKB, termasuk untuk membahas kesiapan Gus Mujib sebagai bakal calon bupati Pasuruan.
“Bukan hanya dengan Gus Mujib, dengan calon bupati lain kami juga menggelar silaturahmi,” ujar politisi senior PDI Perjuangan ini.
Namun, terkait kemungkinan koalisi antara PDIP dan PKB, Eddy menyatakan bahwa hal tersebut belum diputuskan. PDI Perjuangan belum menentukan akan gabung koalisi mana dan mendukung siapa karena itu merupakan kewenangan DPP.
Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari penjaringan hingga silaturahmi politik, telah dilakukan dengan matang.
“Ditunggu saja, mungkin minggu depan akan diumumkan,” terang eks Wakil Bupati Pasuruan ini.
Diketahui, pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (7/8/2024) malam dan dihadiri oleh sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan dan DPC PKB Kabupaten Pasuruan, termasuk KH Mujib Imron, bakal calon bupati Pasuruan dari PKB. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moh. Rochim