Probolinggo,- Sejak awal Agustus lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat sudah ada 27 kabupaten/kota yang masuk dalam daerah darurat kekeringan.
Bahkan, 27 daerah tersebut sudah mengeluarkan surat darurat kekeringan imbas musim kemarau.
Salah satu daerah darurat kekeringan itu, adalah Kabupaten Probolinggo. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif.
“Kabupaten Probolinggo sudah masuk dan menetapkan siaga darurat kekeringan,” kata Oemar, Minggu (11/8/2024).
Lebih dari itu, Oemar menyebut, beberapa kecamatan saat ini sudah mendapatkan perhatian khusus akibat kekeringan yang terjadi.
BPBD mencatat, ada sembilan kecamatan yang saat ini intens dipantau yakni, Tongas, Lumbang, Kuripan, Wonomerto, Leces, Tegalsiwalan, Banyuanyar, Tiris, dan Bantaran.
“Selain sembilan kecamatan ini, kami tetap bersiaga kekeringan untuk kecamatan-kecamatan lain,” ujarnya.
Untuk menghadapi hal tersebut, pihaknya telah rutink droping air bersih ke daerah-daerah kekeringan. Selain itu, sejumlah alat penampung air seperti tandon dan jeriken juga sudah didistribusikan ke daerah terdampak.
Ia juga mengingatkan, potensi kekeringan ini masih bisa terjadi di 15 kecamatan lainnya di Kabupaten Probolinggo.
Pasalnya, sejauh ini masih belum ada tanda-tanda pancaroba untuk memasuki musim hujan.
“Berdasarkan edaran BMKG, bahwa puncak kemarau akan terjadi di bulan Juli dan Agustus ini,” ucapnya. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Nuri Maulida