Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Lingkungan · 11 Agu 2024 20:07 WIB

Siaga! Kabupaten Probolinggo Mulai Masuk Darurat Kekeringan


					KRISIS AIR BERSIH: Pendistribusian air bersih oleh BPBD Kabupaten Probolinggo ke kawasan terdampak kekeringan. (foto: Dok). Perbesar

KRISIS AIR BERSIH: Pendistribusian air bersih oleh BPBD Kabupaten Probolinggo ke kawasan terdampak kekeringan. (foto: Dok).

Probolinggo,- Sejak awal Agustus lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat sudah ada 27 kabupaten/kota yang masuk dalam daerah darurat kekeringan.

Bahkan, 27 daerah tersebut sudah mengeluarkan surat darurat kekeringan imbas musim kemarau.

Salah satu daerah darurat kekeringan itu, adalah Kabupaten Probolinggo. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif.

“Kabupaten Probolinggo sudah masuk dan menetapkan siaga darurat kekeringan,” kata Oemar, Minggu (11/8/2024).

Lebih dari itu, Oemar menyebut, beberapa kecamatan saat ini sudah mendapatkan perhatian khusus akibat kekeringan yang terjadi.

BPBD mencatat, ada sembilan kecamatan yang saat ini intens dipantau yakni, Tongas, Lumbang, Kuripan, Wonomerto, Leces, Tegalsiwalan, Banyuanyar, Tiris, dan Bantaran.

“Selain sembilan kecamatan ini, kami tetap bersiaga kekeringan untuk kecamatan-kecamatan lain,” ujarnya.

Untuk menghadapi hal tersebut, pihaknya telah rutink droping air bersih ke daerah-daerah kekeringan. Selain itu, sejumlah alat penampung air seperti tandon dan jeriken juga sudah didistribusikan ke daerah terdampak.

Ia juga mengingatkan, potensi kekeringan ini masih bisa terjadi di 15 kecamatan lainnya di Kabupaten Probolinggo.

Pasalnya, sejauh ini masih belum ada tanda-tanda pancaroba untuk memasuki musim hujan.

“Berdasarkan edaran BMKG, bahwa puncak kemarau akan terjadi di bulan Juli dan Agustus ini,” ucapnya. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Nuri Maulida


 

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Reservoir Diresmikan, 600 Rumah di Lumajang Dipasok Air Bersih

25 Maret 2025 - 18:16 WIB

Cegah Kecelakaan, Dua Pos Perlintasan KA di Kota Probolinggo Diresmikan

25 Maret 2025 - 16:08 WIB

Trending di Lingkungan