Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Ekonomi · 20 Agu 2024 20:57 WIB

Berantas Mafia Pupuk, Kejari Kabupaten Probolinggo Gandeng LIRA


					SEPAKAT: Gubernur Lira Jawa Timur, Samsudin  saat mendatangi Kejari Probolinggo, Selasa (20/8/2024). Perbesar

SEPAKAT: Gubernur Lira Jawa Timur, Samsudin saat mendatangi Kejari Probolinggo, Selasa (20/8/2024).

Probolinggo,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo didatangi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA, Selasa (20/8/24) pagi.

Kedatangan para pegiat anti korupsi tersebut berkaitan dengan maraknya permainan mafia pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo.

“Kami sodorkan MoU agar bagaimana Lira dan kejaksaan bersepakat untuk memberantas mafia pupuk yang ada di Kabupaten Probolinggo,” kata Gubernur Lira Jawa Timur, Samsuddin.

Ia menyebut, adanya mafia pupuk telah menyebabkan petani menderita.

Banyak petani yang mengeluhkan terkait ketersediaan pupuk yang terbatas, serta harganya yang terbilang cukup mahal.

“Ada temuan dugaan monopoli di e-RDKK, kemudian penjualan pupuk subsidi di luar kios yang sampai saat ini masih beredar setiap hari di seluruh penjuru Probolinggo,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Mas Sam itu melanjutkan, dari pertemuannya dengan Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Probolinggo, ia pun bersyukur lantaran Kajari merespon persoalan yang dibawanya dengan baik.

Bahkan menurutnya, MoU untuk memberantas mafia pupuk sudah disepakati.

Ia melanjutkan, pihak kejaksaan akan menggunakan sebuah aplikasi dalam memantau peredaran pupuk subsidi.

Dalam aplikasi ini, setiap pupuk subsidi yang datang ke Kabupaten Probolinggo, datanya akan langsung terpantau, berikut dengan pendistribusiannya terhadap kios hingga ke petani yang menerima.

“Alhamdulillah baik respon dari beliau. Bahkan, beliau sudah punya aplikasi yang nantinya akan dikeluarkan (digunakan, Red) di Kabupaten Probolinggo,” ucap dia.

Sementara itu, Kajari Kabupaten Probolinggo melalui Kasi Intel I Made Deady Permana Putra mengatakan, pihaknya mengapreaiasi peran aktif dari Lira untuk memberantas permainan pupuk.

Sebab, persoalan pupuk yang mahal dan langka, disebutnya, memang sudah menghantui para petani, khusus di Kabupaten Probolinggo.

“Persoalan pupuk ini bukan hanya di Probolinggo, tapi sudah se-Indonesia. Makanya seperti yang disampaikan Mas Samsuddin tadi, Pak Kajari nanti akan menggunakan sebuah aplikasi dalam pengawasannya,” tandasnya. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi