Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Lingkungan · 4 Sep 2024 16:39 WIB

Kebakaran Gunung Argopuro Belum Padam, Enam Pendaki Dievakuasi


					MEMBARA: Suasana kebakaran di Gunung Argopuro, Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. (istimewa) Perbesar

MEMBARA: Suasana kebakaran di Gunung Argopuro, Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. (istimewa)

Probolinggo,- Penutupan sementara pendakian Gunung Argopuro, resmi diberlakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan tersebut.

Titik api tepat berada diatas lereng Argopuro dan di bawah Rawa Embik, yang masuk Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif mengatakan, hingga saat ini proses pemadaman masih terus dilakukan. Sebab, hingga Rabu (4/9/2024) siang, kepulan asap kebakaran masih dapat jelas terlihat.

“Untuk perkembangan karhutla gunung Argopuro hari ini masih tertutup kabut tebal,” kata Oemar.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan assesment terkait luas kebakaran, termasuk juga penyebab kebakaran. Namun, di sisi lain, pihaknya bersyukur dengan kondisi cuaca yang sempat terjadi.

“Sempat terjadi gerimia kecil pagi tadi, jadi cukup membantu meski kebakaran belum sepenuhnya tertangani,” ujarnya.

Sementara, beredar di media sosial, pasa saat kebakaran terjadi, terdapat enam orang yang sedang melakukan pendakian. Beruntungnya, keenam pendaki ini berhasil dievakuasi ke pos Baderan yang berada di wilayah Kabipaten Situbondo.

“Terkait informasi ada enam pendaki yang sempat berada di atas, itu belum terkonfirmasi mas. Namun kemaren teman- relawan yang naik asa 11 orang,” imbuhnya.

“Tadi malam turun 5 orang untuk pengambilan logistik yang kembali naik pada pagi tadi,” Oemar menambahkan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur (KSDA Jatim), Nur Patria menjelaskan sebagaimana yang disampaikan melalui laman website Kominfo Jawa Timur, pihaknya memang telah melakukan evakuasi terhadap enam pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Argopuro.

“Keenam pendaki tersebut telah berhasil disusul kembali dan turun ke Pos Baderan,” tutur Nur Patria.

Sebagai informasi, Gunung Argopuro yang wilayahnya dimiliki oleh 4 kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember dan Situbondo, merupakan gunung dengan trek pendakian terpanjang di pulau Jawa, yakni sekitar 63 KM.

Pos pendakiannya berada di dua lokasi, yakni di Pos Baderan yang masuk wilayah Kabupaten Situbondo dan Pos Bermi yang masuk kawasan Kabupaten Probolinggo. (*)

 


Editor: Mohamad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Reservoir Diresmikan, 600 Rumah di Lumajang Dipasok Air Bersih

25 Maret 2025 - 18:16 WIB

Cegah Kecelakaan, Dua Pos Perlintasan KA di Kota Probolinggo Diresmikan

25 Maret 2025 - 16:08 WIB

Trending di Lingkungan