Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Ekonomi · 17 Sep 2024 20:38 WIB

Petani Lumajang Terus Bergerak Tingkatkan Perekonomian Lumajang


					Saat petani di Desa Jatigono memanen cabai rawit merah.
Perbesar

Saat petani di Desa Jatigono memanen cabai rawit merah.

Lumajang, – Covid-19 yang terjadi beberapa tahun yang lalu sangat berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Pada beberapa tahun sebelumnya, semua aktivitas di luar rumah dilarang oleh pemerintah. Otomatis, akibat larangan tersebut sektor perekonomian serta pertanian nyaris tak ada suara.

Namun, setelah pandemi mulai mereda dan masyarakat bisa kembali beraktivitas. Yayuk, petani di Dusun Sukorame, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir, memiliki keinginan kuat untuk terus bergerak mengendalikan perekonomiannya.

Yayuk menyadari bahwa pemulihan pasca-pandemi harus dimulai dari langkah kecil namun berdampak besar.

Saat itu, ia mengajak petani lainnya untuk memulai kembali aktivitas penanaman di ladang yang telah lama kosong. Mereka menanam cabai rawit, tomat, dan berbagai jenis tanaman pangan lainnya.

Setiap harapan terus tumbuh dari penanaman benih-benih yang mereka tanam, dengan harapan hasil panennya bisa membantu mendongkrak perekonomiannya.

Tidak lama berselang, Yayuk mendengar bahwa apa yang mereka lakukan ternyata sejalan dengan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang.

“Alhamdulillah apa yang saya lakukan bersama petani lainnya bisa sejalan dengan Dinas Pertanian Lumajang. Dan sekarang kami sudah tidak susah lagi untuk mencari cara penanaman hingga pasca panen. Itu karena kami benar-benar dikasih bimbingan oleh dinas,” kata Yayuk, Selasa (17/9/2024).

Sementara Burhan, pedagang cabai rawit di Pasar Kunir mengungkapkan, meski harga cabai rawit murah, setidaknya untuk mengendalikan perekonomian terus berjalan.

“Kalau soal harga cabai rawit murah itu, sudah biasa, kan itu musiman, kadang mahal ya kadang murah. Saya sebagai pedagang tidak mempersoalkan soal harga, yang penting perekonomian terus berjalan,” ungkapnya.

Sekedaemr diketahui, harga cabai rawit di pasaran terbilang relatif murah. Cabai rawit merah harganya Rp28 ribu per kilogram (kg), cabai rawit hijau Rp13 ribu per (kg), dan cabai rawit putih harganya hanya Rp12 ribu per (kg).

Sementara itu, Kepala DKPP Lumajang, Retno Wulan Andari mengatakan, pihaknya bersama petani di Desa Jatigono memilih panen cabai rawit merah. Hal itu bertujuan untuk menaikan harga cabai rawit.

“Sebelum dilakukan pembinaan, kebanyakan petani memanennya dicampur, ada yang merah, hijau dan putih. Kalau sekarang kami selaku Dinas Pertanian menganjurkan untuk panen cabai rawit merah saja,” tutur Retno. (*)

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 139 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi