Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Ekonomi · 8 Okt 2024 17:55 WIB

Sapa Petani Bawang Merah, Gus Haris Dicurhati Plasi Tinggi dan Pupuk Subsidi Mahal


					DICURHATI: Cabup Probolinggo, Gus Haris, saat berinteraksi dengan pedagang dan petani bawang merah. (foto: Sholeh Adnan)
Perbesar

DICURHATI: Cabup Probolinggo, Gus Haris, saat berinteraksi dengan pedagang dan petani bawang merah. (foto: Sholeh Adnan)

Probolinggo,- Calon Bupati (Cabup) Probolinggo, Gus dr. Mohamad Haris Damanhuri atau Gus Haris, blusukan ke Pasar Bawang Dringu, Selasa (8/10/24) siang. Ia ditemani Ketua Tim Pemenangan Koalisi SAE, Mahdi, dan sejumlah relawan.

Kedatangan Gus Haris sontak membuat para pedagang dan petani yang sedang transaksi, kaget. Mereka pun secara spontan menyambut kedatangan Gus Haris dengan hangat dan sumringah.

Di satu-satunya pasar bawang di Kabupaten Probolinggo itu, Gus Haris mendengarkan keluh kesah pedagang. Terutama soal harga bawang yang tidak stabil dan sulit menembus pasar luar daerah.

“Kalau sudah panen raya, harganya anjlok. Selain itu, bawang merah disini susah bersaing ke luar daerah, kalah dengan bawang merah dari Brebes,” kata salah seorang pedagang, Surati.

Ia berharap, Gus Haris jika terpilih menjadi Bupati Probolinggo pada Pilkada Serentak 27 November, dapat mengontrol harga bawang merah lebih stabil di pasaran, meski tengah memasuki panen raya.

“Kalau harga stabil, pedagang tidak berspekulasi saat ambil pedagang dari petani. Tolong pemerintah daerah nanti juga bisa membantu akses penjualan ke luar daerah agar bawang merah Probolinggo bisa bersaing dengan bawang dari daerah lain,” imbuh dia.

Tak hanya pedagang, Gus Haris juga menyerap aspirasi dari petani, dengan mendatangi para petani bawang merah di Desa Sumberklidung, Kecamatan Tegalsiwalan.

Di rumah H. Syawal ini, Gus Haris dicurhati soal tingginya plasi bawang merah, yang mencapai 18 persen atau 18 kilogram per satu kwintal. Selain itu, mahalnya pupuk juga jadi sorotan.

“Pupuk subsidi ini ruwet sekali, bukan hanya mahal tapi langka. Padahal pupuk ini penentu keberhasilan produk pertanian petani. Semoga Gus Haris dan Ra Fahmi nanti bisa merubah nasib petani,” harap petani Desa Sumberklidung, Iwan.

Gus Haris menyebut, bawang merah asal Kabupaten Probolinggo mempunyai kualitas yang sangat baik. Selain lebih pedas, juga lebih banyak gizi dan ukurannya lebih besar dibandingkan bawang merah daerah lain.

“Tetapi kenapa kok bawang merah kita bisa kalah saing dengan daerah lain? Nah ini pe-er kita perbaiki bersama. Kebetulan kami mempunyai visi SAE, Sejahtera Amanah religius dan Eksis berdaya saing. Dengan visi inilah kita akan memperbaiki eksistensi bawang merah kita keluar daerah agar punya daya saing tinggi,” janji Gus Haris.

Terkait plasi bawang merah yang dinilai petani terlalu tinggi, menurut Gus Haris, hal itu terjadi karena pemerintah daerah tidak hadir saat bawang merah dijual petani ke Pasar Bawang.

“Dulu sebenarnya sudah disepakati plasi bawang merah kisaran 10 persen. Namun karena tidak ada payung hukum, misalnya peraturan bupati, akhirnya kesepakatan ini mental kembali,” ungkap Calon Bupati Probolinggo Nomor Urut 02 ini. (*)

 


Editor: Mohamad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi