Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 1 Nov 2024 22:17 WIB

Harga Cabai Anjlok, Petani Probolinggo Harap Pemerintah Turun Tangan


					RESAH: Petani Cabai, Hasan Prasojo, sedang mengecek tanaman cabainya yang berada di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

RESAH: Petani Cabai, Hasan Prasojo, sedang mengecek tanaman cabainya yang berada di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Para petani cabai di Kota Probolinggo saat ini tengah gundah. Pasalnya, harga cabai turun drastis sehingga hasil jual komoditas dapur itu tidak mampu menutupi biaya tanam.

Turunnya harga cabai, baik cabai besar dan kecil, mulai dirasakan petani sejak sebulan terakhir. Cabai besar saat ini harganya Rp6 ribu/kg, sedangkan cabai kecil Rp16 ribu/kg.

Dengan harga tersebut, serta melihat hasil panen yang mencapai 500 gram untuk satu pohon, maka kerugian petani untuk satu pohon bisa sampai Rp10 ribu.

Padahal normalnya, harga sekitar Rp20 ribu hingga Rp40 ribu/kg. Baik untuk cabai besar maupun cabai kecil.

“Turunnya harga cabai ini dikarenakan banyak petani yang menanam cabai. Sehingga memasuki bulan Oktober dan November, stok cabai melimpah,” ujar petani cabai di Kecamatan Kademangan, Hasan Prasojo, Jum’at (01/11/2024).

Hasan mengungkapkan, pada musim panen ke-3 atau panen musim kemarau kedua, cuacanya terlalu panas. Hal itu juga mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan cabai.

Terbukti, 1 tanaman cabai yang biasanya sekali panen bisa mencapai 1 kg, kini hanya 500 gram saja. Kondisi ini juga diperburuk dengan daya beli masyarakat yang justru turun sehingga stok cabai tidak terserap maksimal.

Dengan turunnya harga cabai dan stok yang melimpah, Hasan berharap, cabai hasil panen petani dapat diserap oleh pemerintah atau perusahaan yang bergerak di bidang produksi sambal.

“Harapannya, pemerintah atau perusahaan dapat membeli cabai petani yang saat ini stoknya melimpah sehingga petani dapat terus menanam cabai kedepan,” imbuhnya. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


 

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi