Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Politik · 21 Nov 2024 14:04 WIB

Program Kartu Pupuk Subsidi Paslon 01 Dapat Disoroti Petani Lumajang


					Istimewa. Perbesar

Istimewa.

Lumajang, – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lumajang nomor urut 01 Thoriqul Haq – Lucita Izza Rafika memaparkan program Kartu Pupuk Subsidi (KPS).

Bukanya mendapat dukungan, Thoriq pun mendapat kecaman dari sejumlah Petani di Kabupaten Lumajang.

Pasalnya, bukannya mempermudah petani untuk mendapatkan jatah pupuk, justru disulitkan dengan adanya KPS.

“Harusnya Pak Thoriq itu ngasih solusi yang bagus untuk para petani Lumajang. Bukan malah menyulitkan petani dengan program KPS itu, ini kan semakin sulit,” kata Mujib, petani di Desa Munder, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Kamis (21/11/24).

Tidak hanya petani, pemilik kios pun ikut meradang lantaran program yang dipaparkan paslon 01 itu, menyulitkan jatah pupuk petani.

Hartini, salah satu pemilik kios di Kecamatan Padang menyampaikan, dari I-Pubers sudah jelas antara ada dan tiadanya jatah pupuk petani.

“Di I-Pubers itu sudah jelas masih ada sisa pupuk apa enggaknya, di situ juga bisa dilihat kapan saja oleh petani, kok masih gak percaya?” katanya.

Sebagai tambahan informasi, penebusan pupuk subsidi melalui I-Pubers merupakan mekanisme yang sudah ditetapkan oleh Kementan. Saat ini, semua sistem penebusan telah terdigitalisasi dan tersimpan di aplikasi tersebut.

Dengan demikian, tidak ada lagi masalah jatah pupuk yang sudah habis sebelum diambil. Semua informasi dapat langsung dicek di aplikasi I-Pubers, termasuk siapa yang mengambil pupuk dan KTP-nya.

I-Pubers sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk memudahkan penyaluran pupuk.

Aplikasi ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimiliki oleh petani. Dengan I-Pubers, petani tidak perlu lagi menggunakan kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, cukup dengan KTP saja.

Di samping itu, peraturan yang dibuat Calon Bupati Lumajang nomor urut 01, tentu menyulitkan para kios. Sebab, program KPS yang dibuat, membuat petani di Lumajang sulit untuk mengaksesnya.

“Peraturan KPS ini akan ngerepotin saya lagi, sudah enak-enak pakai KTP. Apalagi Kementan sudah bilang kalau hanya pakai KTP,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Ishak Subagyo mengatakan, adanya program KPS yang diluncurkan oleh paslon 01, tujuannya memang baik.

“Akan tetapi, akan membuat kegaduhan baru dalam penyaluran pupuk subsidi, di mana hal tersebut tidak sinkron dengan kebijakan pusat yang saat ini petani hanya membawa KTP asli datang ke kios bisa langsung dilayani penebusan pupuk subsidinya,” katanya.

“Dan petani langsung bisa ngecek jumlah pupuk subsidinya dapat berapa dan sisa berapa semua sudah tertulis, dan di sana petani tanda datang terus difoto langsung dapat nota,” tambahnya.

Lebih lanjut Ishak menjelaskan, pemerintah pusat sudah memangkas semua regulasi yang menghambat penyaluran pupuk subsidi.

“Lha ini kok tambah sulit, saat ini sudah ramai di group WA kios yang intinya mereka merasa tercederai dan terkesan dipojokan dengan munculnya program KPS tersebut,” terangnya.

Dampak dari munculnya program tersebut, kata Ishak, petani menganggap sebagai kemunduran yang menambah sulit alur distribusi pupuk.

“Yang sekarang sudah jalan, petani sudah nyaman karena secara sistem sudah terlindungi haknya masih direcokin lagi dengan hal baru yang tambah sulit petani untuk mendapatkan jatahnya,” papar Ishak.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh PANTURA7.com, pemerintah pusat telah menetapkan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi, yaitu menggunakan I-Pubers.

“Aplikasi ini sudah terbukti dijalankan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang di hampir 400 kios dan tidak ada keluhan tidak bisa nebus pupuk karena kendala sinyal,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, paslon 01 membeberkan soal KPS yang berfungsi sebagai tanda bukti kalau petani belum mendapatkan pupuk atau sudah mendapatkan pupuk subsidi. Disitulah fungsi KPS untuk para petani di Lumajang.

“Nah, ini untuk memberikan transparansi, bahwa petani punya bukti kalau kios ini tidak memberikan pupuk subsidi untuk dibeli petani, ada bukti yang menjadi fakta bahwa betul, petani ini belum mendapatkan haknya, data sudah ada,” kata Thoriqul Haq saat debat publik, Selasa (19/11/24) kemarin.

Menurut Thoriq, e-RDKK menjadi satu-kesatuan dengan KPS, sebab, ada banyak kios dan oknum yang ketika melaporkan distribusi pupuk subsidi. Di lain sisi, ada banyak pemalsuan tandatangan petani.

“Nah, itu yang kami jaga, dengan memberikan KPS, petani bisa terjaga, petani bisa punya bukti haknya sudah diterima atau tidak, dan kita juga punya catatan penting bahwa, begitu penambahan pupuk subsidi yang itu didistribusikan kepada para petani, kami para pemerintah daerah punya sistem untuk transparan supaya pupuk betul-betul sampai kepada petani,” ungkapnya. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 241 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Anggaran Pilkada Tersisa Rp 10 Miliar, KPU Kabupaten Probolinggo Janji Kembalikan

27 Januari 2025 - 16:40 WIB

Anggaran Pilkada Tersisa Rp 10 Miliar, DPRD Desak KPU Kab. Probolinggo Segera Kembalikan

27 Januari 2025 - 10:32 WIB

Rakor di Banyuwangi Diwarnai Musik DJ, KPU Kab. Probolinggo Beri Penjelasan Begini

21 Januari 2025 - 18:31 WIB

Cap Jempol Darah Tandai Dukungan PDI Perjuangan Kota Probolinggo untuk Megawati

19 Januari 2025 - 18:33 WIB

Paslon Thoriqul Haq – Lucita Izza Rafika Tak Hadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati Lumajang

10 Januari 2025 - 06:27 WIB

Resmi! KPU Tetapkan Gus Haris – Ra Fahmi Pasangan Bupati – Wakil Bupati Probolinggo Terpilih

9 Januari 2025 - 21:31 WIB

Sah, KPU Pasuruan Resmi Tetapkan Rusdi-Shobih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

9 Januari 2025 - 18:35 WIB

Trending di Politik