Lumajang,- Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) yang diterbitkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), jumlah desa mandiri pada tahun ini telah mencapai 16.908.
IDM adalah sarana yang dikembangkan oleh Kemendes PDTT untuk mengukur tingkat perkembangan desa di Indonesia. IDM digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan dana desa dan sebagai tolok ukur kemajuan pembangunan desa.
IDM dikembangkan dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai karakteristik wilayah desa, yaitu tipologi dengan modal sosial, modal ekonomi dan modal lingkungan.
Jika melihat kembali pencapain beberapa wilayah, khususnya yang masih memiliki banyak desa kategori tertinggal maupun sangat tertinggal, dukungan dan peran pemerintah, mutlak diperlukan dengan konsolidasi perencanaan dan penganggaran publik menjadi kata kunci.
Sebaliknya di beberapa wilayah yang sudah memiliki jumlah desa mandiri dalam kapasitas memadai, peran pemerintah lebih pada penciptaan kondisi yang memungkinkan atau mendukung demi mendorong aktifnya peran dari aktor-aktor non-pemerintah.
Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni atau Yuyun mengatakan, pada tahun 2023, Kabupaten Lumajang telah memiliki 60 desa mandiri. Jumlah ini meningkat 62 persen dari 2022.
“Pada waktu itu baru ada 37 desa berstatus mandiri. Pada tahun 2024 ini alhamdulillah 69 desa atau 35 persen desa di Lumajang telah berstatus desa mandiri,” kata Yuyun, Senin (16/12/24).
Dengan status mandiri tersebut, Yuyun berharap dapat pula mendorong kemandirian desa dalam mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Khususnya untuk mencapai swasembada pangan, swasembada energi dan kemajuan ekonomi melalui hilirisasi produk lokal, serta mengembangkan potensi wisata lokal.
“Jadi semua potensi yang ada di desa merupakan amanah yang harus kita kelola dengan sebaik-baiknya untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra