Lumajang, – Sebanyak 897 perempuan di Lumajang menderita penyakit kanker payudara. Dari 897 orang tersebut, 815 di antaranya menjalani proses rawat jalan, sedangkan 82 lainnya masih melakukan rawat inap di dr Haryoto Lumajang.
“Dari 815 pasien rawat jalan, terdapat 85 pasien baru yang terdiagnosis pada tahun 2024,” kata Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Aji Febriakhano, Jumat (20/12/24).
Tidak hanya itu, penyakit kanker payudara yang berada di Kabupaten Lumajang menjadi salah satu tertinggi di Indonesia, dengan kematian mencapai puluhan ribu jiwa.
“Jumlah kematian akibat kanker payudara di Indonesia mencapai 22 ribu jiwa, dan Lumajang ini termasuk yang tertinggi di Indonesia, setelah Medan,” katanya.
Aji menjelaskan, meski masih menempati peringkat pertama penyakit mematikan, kanker payudara masih bisa disembuhkan. Tidak sedikit penderita kanker payudara yang pulih dan terbebas dari penyakit tersebut. Namun, kanker harus ditemukan saat stadium awal sehingga proses pengobatan bisa berjalan maksimal.
Dengan melakukan deteksi dini kanker payudara dapat memperkecil risiko kematian akibat kanker stadium lanjut. Sebab, respon cepat dari pasien atau penderita, sangatlah penting.
“Harus dengan penanganan yang komprehensif. Dalam hal kanker payudara ini berkaitan erat dengan stadium kankernya. Jika stadiumnya ditemukan lebih awal, maka tingkat keberhasilannya akan semakin tinggi,” ujarnya.
Untuk memfasilitasi deteksi mandiri, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi sayangmamma.com. Aplikasi ini dirancang sebagai alat bantu yang menunjukkan cara-cara melakukan pemeriksaan mandiri.
Pengguna hanya perlu menjawab pertanyaan mengenai ciri-ciri kanker payudara, seperti benjolan dan nyeri, saat melakukan pengecekan di rumah.
“Jika terdapat ciri-ciri kanker payudara, pasien akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit terdekat,” pungkasnya. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Keyra