Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Lingkungan · 25 Des 2024 11:44 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Setinggi 3.000 Meter di Atas Puncak


					Tangkapan layar dari Pos Pengamatan Gunung Semeru. Perbesar

Tangkapan layar dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Lumajang, – Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, kembali mengalami erupsi. Yakni, dengan meluncurkan awan panas setinggi 3.000 meter di atas puncak, Rabu (25/12/2024).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, erupsi yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ini disertai luncuran awan panas sejauh 3.000 meter menuju Besuk Kobokan.

“Betul terjadi erupsi disertai awan panas dengan jarak luncur kurang lebih 3.000 meter ke Besuk Kobokan,” kata Patria melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut Patria menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan tentang adanya dampak dari peristiwa tersebut.

Pihaknya belum menerima laporan adanya dampak atas kejadian tersebut.

“Dampak nihil, kami belum dapat laporan, jarak luncur awan panas masih pada radius aman dari pemukiman,” katanya.

Menurutnya, jarak luncur awan panas masih berada pada radius aman dari pemukiman terdekat warga lereng Gunung Semeru yang berada pada jarak 8 kilometer dari puncak.

Sebagai tambahan informasi, Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur melaporkan, terjadi enam kali erupsi yang terekam pos pantau mulai pukul 00.00 – 10.00 WIB.

Erupsi pertama terjadi pukul 01.00 WIB, dengan kolom letusan abu terpantau 800 meter di atas puncak kawah.

Disusul, erupsi pukul 02.27 dan 04.31 WIB, dengan kolom letusan abu setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah.

Kemudian, erupsi pukul 05.35 dan 06.37 WIB, dengan kolom letusan abu masing-masing setinggi 900 dan 800 meter diatas puncak kawah.

“Terakhir, erupsi pukul 09.52 WIB. Erupsi yang terekam dengan kekuatan amplitudo 22 milimeter dan berdurasi 120 detik ini tidak dapat terpantau secara visual karena gunung tertutup kabut,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” ungkapnya.

Terlebih, saat ini sekitar Gunung Semeru kerap diguyur hujan lebat yang berisiko menimbulkan banjir lahar.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” pungkasnya. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan