Probolinggo,- Tanah longsor terjadi di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jum’at petang (7/3/2025). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun 2 rumah warga rusak akibat musibah ini.
Informasi yang dihimpun, bencana ini terjadi di Dusun Gedong, RT/07 RW/05. Kejadian bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan lereng Gunung Bromo selama beberapa jam.
Sesaat pasca hujan reda, terjadi pergerakan tanah pada tebing di area pemukiman warga Dusun Gedong. Warga yang menyadari ada bahaya mengancam, langsung keluar rumah.
Benar saja, tak berlangsung lama tebing setinggi 10 meter runtuh. Reruntuhan material longsor menimpa dua rumah, yakni rumah milik Suyitno dan Supriyono.
Akibat kejadian itu, rumah milik Suyitno dan Supriyono rusak. Pasca kejadian, pemerintah desa melaporkan tanah longsor tersebut ke pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Probolinggo.
“Setelah menerima laporan dari pemerintah Desa Sariwani, Pemerintah Kecamatan Sukapura bersama jajaran, Tagana dan BPBD, turun langsung ke lokasi untuk mengakomodir segala kebutuhan warga,” terang Camat Sukapura, Saiful Hidayat, Sabtu (8/3/25).
“Tidak ada korban jiwa, namun untuk sementara kami akan membersihkan puing-puing reruntuhan dan material tanah yang menimpa rumah warga,” imbuh Saiful.
Ia juga mengimbau agar warga lereng Gunung Bromo, khususnya di wilayah Kecamatan Sukapura, terus waspada potensi terjadinya bencana susulan.
Sebab menurutnya, wilayah Kecamatan Sukapura, mayoritas merupakan kawasan rawan bencana alam, seperti tanah longsor, pergerakan tanah atau angin kencang.
“Saya mengimbau kepada warga di Kecamatan Sukapura untuk tetap waspada ketika turun hujan, mengingat wilayah ini hampir seluruhnya bertebing dengan kontur tanah yang gembur sehingga mudah terjadi longsor,” imbaunya.
“Ketika terjadi bencana segera berkordinasi dengan pemerintah agar bisa segera di tindaklanjuti,” Saiful memungkasi. (*)
Editor : Mohammad S
Publisher: Keyra