Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati kembali menyoroti pembangunan kampus Universitas Jember (Unej) di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, yang lama terbengkalai.
Karena sudah lama terbengkalai, kata wanita yang akrab disapa Bunda Indah itu, sejumlah aset kampus seperti, pompa air dan banyak lampu hilang.
“Bukan salah malingnya, salah kita. Gedung dibiarkan terbengkalai, nggak ada pagar, jadi serasa monggo ke maling atau dipersilakan untuk maling,” kata Bunda Indah, Kamis (3/4/25).
Lebih lanjut ia menjelaskan, kehadiran kampus di wilayah utara akan berdampak luas bagi perekonomian setempat. Munculnya kos-kosan, warung, kantin, hingga lapangan kerja baru seperti, petugas keamanan di sekitar kampus.
“Begitu kampus berjalan, ekonomi di sekitarnya ikut tumbuh. Ini salah satu cara menekan kemiskinan dan kriminalitas. Nah, ini peluang bagi masyarakat lokal, terutama warga Klakah,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pembangunan gedung Universitas Negeri Jember (Unej) Kampus Lumajang akan dilanjutkan, bahkan ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang sudah mengerjakan pembangunan tahap pertama dengan anggaran Rp8 miliar. Namun pada tahun 2022 Pemkab Lumajang menghentikan proses pembangunannya.
Kemudian proses pembangunan dilanjutkan pada tahun 2023. Pembangunan tahap kedua kampus yang dibangun di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang itu dilanjutkan dengan dana sebesar Rp11 miliar.
Sementara, untuk biaya pembangunan kampus Unej tersebut didapat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Terkait kampus Unej di Klakah masih dalam perencanaan dan tidak murah,” kata Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Mengenai anggaran yang dibutuhkan, wanita yang akrab disapa Bunda Indah itu akan mengajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lumajang.
“Kami akan ajukan ke DPRD agar bisa didukung anggarannya, dengan pembangunan satu unit gedung dengan 4 lantai serta peralatannya,” pungkasnya. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Keyra