Jember,- Dalam upaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, Dinas Sosial (Dinsos) Jember memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Data ini dapat memperbarui dan menyatukan data warga, termasuk perhatian khusus terhadap lansia yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Jember, Akhmad Helmi Luqman menyebut, pentingnya menekankan pemberdayaan sosial dalam program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat.
Luqman menjelaskan bahwa Dinas Sosial Jember berfungsi tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat melalui rehabilitasi sosial (rehsos) dan perlindungan sosial.
“Fungsi-fungsi ini sangat mendukung upaya kami dalam memberikan bantuan yang tepat sasaran,” ujar Luqman, Jumat, (4/4/25).
Ia menambahkan bahwa pencatatan kematian yang selama ini hanya mengandalkan pengajuan individu menyebabkan ketidaksesuaian data penduduk, yang berpotensi mempengaruhi penyaluran bansos.
Untuk meningkatkan akurasi data, Dinsos Jember berpatokan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), yang diharapkan dapat memperbarui dan menyatukan data dari berbagai sumber.
“Kami memiliki data TKS, P3KE, dan Rehsos, yang semua ini akan dievaluasi dan diperiksa di lapangan,” jelas dia.
Luqman juga menyoroti pentingnya program untuk lansia. Bantuan seperti program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditujukan bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas.
“Kami ingin memastikan bahwa semua lansia yang membutuhkan dapat mendapatkan akses ke bantuan ini,” tambahnya.
Dengan lebih dari 1 juta jiwa terdaftar dalam DTKS, Dinas Sosial Jember berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem penyaluran, memastikan bahwa setiap bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus mendukung dan memberdayakan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” tutup Luqman. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra