Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Budaya · 5 Apr 2025 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)


					PETILASAN: Salah seorang perangkat desa Kamalkuning, Krejengan, Probolinggo, menunjukkan lokasi makam atau petilasan Kakek Calang. (foto: Ali Ya'lu).
Perbesar

PETILASAN: Salah seorang perangkat desa Kamalkuning, Krejengan, Probolinggo, menunjukkan lokasi makam atau petilasan Kakek Calang. (foto: Ali Ya'lu).

Probolinggo,- Sesekali menggunakan tangannya, sesepuh Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sarum mengelap keringat yang ada di dahinya.

Duduk bersebelahan bersama ibunya (Rukya, red) yang juga menjemur padi, Sarum melanjutkan ceritanya.

Ia meyakini, lokasi makam kakek Calang merupakan tempat yang mustajab (doa mudah dikabulkan). Sebab, hingga sebelum tahun 1985, lokasi makam Kakek Calang rutin dijadikan tempat untuk meminta hujan kepada Allah SWT.

“Yang mimpin selametannya Bapak saya sendiri, Pak Ronggo namanya,” terang Sarum.

Setiap terjadi kemarau panjang, pasti warga setempat meminta solusi kepada Ronggo untuk menggelar selametan memohon hujan. Sebab, setiap kali selametan itu digelar, tak berselang lama, hujan pun akan turun.

“Tidak lama, selesai selametan pasti hujan, meskipun itu pada saat kemarau. Jadi tidak sampai terjadi kekeringan,” papar dia.

Pada saat selametan itu, hampir semua warga setempat berbondong-bondong mengikuti acara. Tak lupa, warga juga membawa hasil buminya, seperti padi, singkong, pisang, serta jenis buah-buahan lainnya.

“Saya masih ingat, bapak dulu ketika selametan, pasti bilang ke warga ‘ngucak amin gie, kule adu’a ah (bilang amin ya, saya yang berdoa, red)’,” ujarnya sambil memandang wajah ibunya yang tersenyum ketika peran suaminya untuk masyarakat diceritakan.

Namun, yang utama dari ritual tersebut adalah adanya nasi tumpeng, lembur (minuman dari air kelapa yang dicampur dengan gula merah), bubur merah dan bubur putih. Setelah selesai, hidangan yang dibawa itu pun dimakan bersama, ada juga warga yang membawa pulang.

“Makanannya dikeroyok untuk semua warga, ada juga yang membawa ancak (kulit pohon pisang yang dibentuk persegi, di dalamnya biasanya berisi ayam bakar, red),” ungkap Sarum.

Saat ini, ritual tersebut sudah tidak pernah lagi dilakukan. Berbagai hal menjadi pertimbangan. Namun, terakhir kali selametan di makam Kakek Calang dilakukan pada 2015 lalu.

Selametan itu bukan untuk meminta hujan, namun meminta untuk kesejahteraan desa. “Susah kalau mau selametan minta hujan sekarang, karena warga ada yang ingin turun hujan, ada juga yang tidak mau,” ujarnya.

Kakek Calang, Sosok Tampan dan Gagah

Sementara itu, juru kunci makam Kakek Calang, Asia mengungkapkan, dirinya sering didatangi oleh Kakek Calang dalam mimpi.

Ia mengungkapkan, Kakek Calang merupakan sosok yang tampan dan gagah. Bahkan menurutnya, belum pernah ia menemui sosok setampan Kakek Calang di dunia nyata.

“Tampan sekali, pakaiannya seperti pakaian kerajaan itu, kalau datang biasanya berdua dengan Kakek Juneng,” tuturnya.

Asia mengatakan, dalam mimpinya itu, Kakek Calang selalu berpesan untuk menjaga Desa Kamalkuning agar tetap aman dan damai. Kakek Calang berpesan agar masyarakat tetap menjaga etika sopan santun.

“Pesannya ya jangan berbuat yang aneh-aneh biar desa ini tetap tentram,” Asia memungkasi. (*)

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Hari Raya Kuningan, Mohon Perlindungan dan Keselamatan di Alam Semesta

5 Oktober 2024 - 16:33 WIB

Trending di Budaya