Probolinggo,- Sesekali menggunakan tangannya, sesepuh Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sarum mengelap keringat yang ada di dahinya.
Duduk bersebelahan bersama ibunya (Rukya, red) yang juga menjemur padi, Sarum melanjutkan ceritanya.
Ia meyakini, lokasi makam kakek Calang merupakan tempat yang mustajab (doa mudah dikabulkan). Sebab, hingga sebelum tahun 1985, lokasi makam Kakek Calang rutin dijadikan tempat untuk meminta hujan kepada Allah SWT.
“Yang mimpin selametannya Bapak saya sendiri, Pak Ronggo namanya,” terang Sarum.
Setiap terjadi kemarau panjang, pasti warga setempat meminta solusi kepada Ronggo untuk menggelar selametan memohon hujan. Sebab, setiap kali selametan itu digelar, tak berselang lama, hujan pun akan turun.
“Tidak lama, selesai selametan pasti hujan, meskipun itu pada saat kemarau. Jadi tidak sampai terjadi kekeringan,” papar dia.
Pada saat selametan itu, hampir semua warga setempat berbondong-bondong mengikuti acara. Tak lupa, warga juga membawa hasil buminya, seperti padi, singkong, pisang, serta jenis buah-buahan lainnya.
“Saya masih ingat, bapak dulu ketika selametan, pasti bilang ke warga ‘ngucak amin gie, kule adu’a ah (bilang amin ya, saya yang berdoa, red)’,” ujarnya sambil memandang wajah ibunya yang tersenyum ketika peran suaminya untuk masyarakat diceritakan.
Namun, yang utama dari ritual tersebut adalah adanya nasi tumpeng, lembur (minuman dari air kelapa yang dicampur dengan gula merah), bubur merah dan bubur putih. Setelah selesai, hidangan yang dibawa itu pun dimakan bersama, ada juga warga yang membawa pulang.
“Makanannya dikeroyok untuk semua warga, ada juga yang membawa ancak (kulit pohon pisang yang dibentuk persegi, di dalamnya biasanya berisi ayam bakar, red),” ungkap Sarum.
Saat ini, ritual tersebut sudah tidak pernah lagi dilakukan. Berbagai hal menjadi pertimbangan. Namun, terakhir kali selametan di makam Kakek Calang dilakukan pada 2015 lalu.
Selametan itu bukan untuk meminta hujan, namun meminta untuk kesejahteraan desa. “Susah kalau mau selametan minta hujan sekarang, karena warga ada yang ingin turun hujan, ada juga yang tidak mau,” ujarnya.
Kakek Calang, Sosok Tampan dan Gagah
Sementara itu, juru kunci makam Kakek Calang, Asia mengungkapkan, dirinya sering didatangi oleh Kakek Calang dalam mimpi.
Ia mengungkapkan, Kakek Calang merupakan sosok yang tampan dan gagah. Bahkan menurutnya, belum pernah ia menemui sosok setampan Kakek Calang di dunia nyata.
“Tampan sekali, pakaiannya seperti pakaian kerajaan itu, kalau datang biasanya berdua dengan Kakek Juneng,” tuturnya.
Asia mengatakan, dalam mimpinya itu, Kakek Calang selalu berpesan untuk menjaga Desa Kamalkuning agar tetap aman dan damai. Kakek Calang berpesan agar masyarakat tetap menjaga etika sopan santun.
“Pesannya ya jangan berbuat yang aneh-aneh biar desa ini tetap tentram,” Asia memungkasi. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra