Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Budaya · 22 Okt 2019 09:19 WIB

Atraksi Kekebalan Tubuh Hingga Polok’an Meriahkan HSN di Genggong


					Atraksi Kekebalan Tubuh Hingga Polok’an Meriahkan HSN di Genggong Perbesar

PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kemeriahan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 tak hanya diwarnai apel besar oleh seluruh santri di Pondok Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Pesantren Genggong juga menampilkan atraksi yang membuat decak kagum para peserta apel, baik itu dari kalangan kaum sarungan, tenaga pendidik hingga pengasuh psantren yang hadir dalam rangka memeriahkan HSN 2019.

Penampilan tersebut, yaitu atraksi para pesilat dari Pagar Nusa dan Gasmi Genggong. Salah atraksi yang ditunjukkan yakni pamer kekebalan badan, lerut dipukul menggunakan palu yang diatasnya sudah diletakkan batu besar hingga dilindas motor trail.

Dalam kesempatan ini, 2 Pengasuh Pesantren Genggong, KH. Moh Hasan Maulana dan KH. Muhammad Haris Damanhuri diberi kesempatan untuk tes kekuatan pesilat dengan memukulkan palu besar ke perut pesilat saat sedang beratraksi di halaman P5.

Selain menampilkan atraksi, usai pelaksanaan apel Hari Santri Nasional (HSN) 2019, ribuan santri, guru dan keluarga besar Pesantren Genggong juga menggelar salah satu tradisi yang selama ini sering dilakukan, yakni ‘Polok’an’.

Polok’an adalah makan bersama dengan duduk lesehan berjejer panjang. Alas makanan berupa nasi dan lauk pauk, biasanya berupa daun pisang atau plastik berukuran panjang.

Tradisi Polo’an di Ponpes Genggong antara Santri dan Pengasuh Pondok seusai menggelar apel HSN. (Foto : Kominfo PZH Genggong for P7.com)

Sementara bahan-bahan makanan yang disajikan, yaitu nasi jagung, ikan teri dipadu dengan terong bakar dan sambal pedas khas santri. Makin berdesakan, semakin meriah pula makan polok’an ini.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, sebenarnya banyak makna yang tersimpan dibalik polo’an yang menjadi tradisi ala pesantren. Terutama adalah kandungan tali silaturahmi antara santri dan kiainya.

“Ada nilai silaturrahim dan kebersamaan baik di antara sesama santri, maupun dengan pengasuh. Tidak ada sekat di antara kita dengan tetap menjaga ahklaqul karimah,” kata Kiyai Mutawakkil Rabu (22/10).

Kiai Mutawakkil menambahkan, polok’an akbar ini tak lain sebagai rasa syukur dan ungkapan gembira dengan adanya HSN. Menurutnya, polok’an adalah salah satu ciri khas santri di pesantren manapun di negeri ini.

“Kalau ada pesantren yang tidak ada polok’annya, itu mungkin tergolong pesantren baru, pesantren yang tidak ada tradisi polok’an berarti tidak memiliki karomah dan tidak ada ikatan kuat. Karena rata-rata pondok salaf itu santrinya suka polok’an,” tuturnya. (*)


Penulis : Moh Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad


Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

5 April 2025 - 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Trending di Budaya