Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Hukum & Kriminal · 20 Jan 2020 08:15 WIB

Marak Kasus Asusila Anak, Mahasiswa Bergerak


					Marak Kasus Asusila Anak, Mahasiswa Bergerak Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Maraknya kasus asusila yang terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo beberapa bulan terakhir, menjadi perhatian berbagai pihak. Tak terkecuali dari kalangan Mahasiswa.

Mahasiswa Institut Ilmu Ke-Islaman Zainul Hasan (INZAH) Genggong Kraksaan, tak ketinggalan memberikan sorotan. Melalui Ngobrol Pintar (Ngopi) bertema ‘Bahaya Publikasi Kasus Asusila’ pada Senin (20/1/2020), berbagai problem kasus asusila anak dikupas.

Ngopi Pintar yang digelar mahasiswa Fakultas Syariah, menhghadirkan 3 orang pemateri. Meliputi Najwa Nada, Psikolog jebolan UIN Sunan Ampel Surabaya; Dr. HM. Shulton yang merupakan dosen senior Hukum Islam; dan Abdul Jalil, wartawan kawakan dari koran lokal.

Panitia Ngopi Bareng, Rizky Rahmatullah menyebut, kegiatan tersebut digelar untuk memantik perhatian lebih dari para pemangku kebijakan dalam menyikapi kasus asusila, baik terhadap korban maupun tersangka.

“Akhir-akhir ini, kasus asusila sering terjadi. Ironisnya, antara pelaku dan korban masih mempunyai hubungan dekat, entah antara bapak dengan anak atau antara guru dengan murid. Tentu ini kebobrokan moral yang harus disikapi,” katanya.

Maka dari itu, Rizki menegaskan, ada dua hal yang menjadi titik tekan dalam acara Ngopi Bareng yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut. Pertama, berharap kepada pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) mengambil langkah-langkah preventif agar kasus asusila bisa ditekan.

“Kedua, mengajak kalangan mahasiswa ikut peduli untuk antisipasi dan melindungi korban asusila. Mungkin kasus ini hanya dialami oleh orang-orang yang tidak kita kenal, namun bayangkan jika hal itu terjadi kepada orang terdekat kita,” tutur Rizki.

Sementara, Dekan Fakultas Syariah, Umar Faruq Tohir mengatakan, Ngopi Bareng yang digelar mahasiswanya merupakan wujud kepekaan mereka dengan realitas sosial masyarakat yang bersinggungan langsung dengan kasus hukum.

“Dengan kegiatan ini, mahasiswa bisa mengetahui kasus-kasus asusila yang dialami masyarakat. Insyaallah, ada tindaklanjut dari kegiatan ini,” ujar Faruq, begitu ia dipanggil.

Sekedar informasi, dalam sepekan terakhir saja, terdapat 2 kasus asusila di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di Kecamatan Paiton dan Tegalsiwalan. Kedua korban merupakan anak di bawah umur, dengan pelaku orang – orang terdekat korban. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Trending di Pendidikan