Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Pendidikan · 3 Feb 2020 09:54 WIB

Lagi, Pemkot Probolinggo Didemo Mahasiswa


					Lagi, Pemkot Probolinggo Didemo Mahasiswa Perbesar

KANIGARAN-PANTURA7.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo kembali didemo mahasiswa, Senin (3/2/2020) siang. Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Probolinggo menggelar aksi demo di depan kantor pemkot untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam aksi itu, massa membentangkan sejumlah poster. Diantaranya bertuliskan, “Hallo Apa Kabar Pak Wali, Ngapaian Saja 1 Tahun Pak?” dan beberapa poster kecaman lainnya.

Mahasiswa dari berbagai kampus se Probolinggo Raya ini mengkritisi refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Probolinggo, M. Soufis Subri.

“Satu tahun refleksi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo jangan hanya menceritakan soal keberhasilan saja, masih banyak kekurangan yang perlu dievaluasi,” kecam Ketua HMI Cabang Probolinggo, Abu Hanifah dalam orasinya.

Selain mengkritisi refleksi satu tahun kepemimpinan Habib Hadi – Subri, sejumlah aspirasi juga disampaikan pendemo. Diantaranya tuntutan pembenahan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga soal lingkungan.

“Kami juga minta pemkot tidak tebang pilih soal pemberian bantuan seragam gratis untuk siswa SD/SMP. Sehingga, tidak menimbulkan persepsi yang negatif,” pinta Abu Hanifah.

Emosi massa akhirnya mereda setelah Wakil Wali Kota Probolinggo, M. Soufis Subri datang menemui massa. Selanjutnya, 5 orang perwakilan mahasiswa diajak ke ruang lobi kantor pemkot untuk menyampaikan aspirasinya.

Wakil Wali Kota Probolinggo, M. Soufis Subri menegaskan, tidak ada tebang pilih dalam bantuan seragam gratis kepada lembaga sekolah. Di tahun 2020, pemkot klaim Subri, berupaya agar semua sekolah mendapatkan bantuan.

“Hanya saja tahun kemarin kita terbentur dengan sebuah aturan,” terang Subri.

Soal pembangunan Pasar Baru yang juga dikritisi mahasiswa, menurut Subri, pemkot telah memblacklist kontraktor pelaksana proyek. Dikatakannya, kebijakan itu sebagai wujud kepedulian pemkot terhadap proyek yang dikerjakan tidak sesuai harapan.

“Jadi, Pemkot bukan tidak berbuat. Kami berharap semua program berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat Kota Probolinggo,” tandasnya.

Unjuk rasa mengkritisi pemerintahan Habib Hadi – Subri ini, merupakan yang kedua selama setahun terakhir. Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) juga berdemo di depan kantor Pemkot Probolinggo, Rabu (29/5/2019). Kala itu, massa mengkritisi program 99 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dinilai tidak maksimal. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Baru Sehari Uji Coba, Program MBG di Kota Probolinggo Dihentikan

18 Februari 2025 - 13:54 WIB

Trending di Nasional