Menu

Mode Gelap
Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

Berita Pantura · 11 Feb 2020 10:04 WIB

Derita Juama, Wanita Miskin yang Besarkan Tiga Anak Difabel Sendirian


					Derita Juama, Wanita Miskin yang Besarkan Tiga Anak Difabel Sendirian Perbesar

SUMBERASIH-PANTURA7.com, Getirnya hidup dirasakan Juama (55), warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Hidup dengan kondisi ekonomi pas-pasan, ia juga harus menghidupi ketiga anaknya yang difabel.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Juama banyak mengandalkannya dari bantuan tetangga sekitar. Kondisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, sejak suami Juama, Madrai, pergi tanpa kabar.

“Saya ga bisa kerja, anak-anak kan cacat. Saya yang harus merawat mereka setiap hari,” ujar Juama, Selasa (11/02/2020).

Sebelum sang suami pergi, cerita Juama, kondisi ekonomi keluarga miskin ini memang sudah kekurangan. Madrai pergi setelah Juama melahirkan putra keempatnya, Juari, 30 tahun lalu. Juari terlahir dalam kondisi tuna netra.

Kondisi ekonomi yang serba kekurangan ditambahi kelahiran anak yang difabel, diyakini Juama, membuat Madrai gerah. Madrai, terang Juama, lantas pergi meninggalkan dia dan ketiga anaknya.

“Suami saya pergi sama selingkuhannya. Saya dan anak-anak ditinggal, mulai saat itu saya berjuang sendiri menghidupi anak-anak,” kenangnya lirih.

Derita Juama kian lengkap setelah rumah sederhana yang ia tinggali, mulai rusak dimakan usia. Sebagai tempat berteduh sementara, Juama menumpang di rumah putri sulungnya, Hosnanik, yang kebetulan tidak ditempati.

Hosnanik tidak menempati rumahnya karena tengah bekerja di perantauan. Namun dalam waktu dekat, Hosnanik dikabarkan akan pulang kampung karena nasibnya di perantauan tengah terkatung-katung.

“Sebentar lagi anak pertamanya pulang dan menetap di rumah yang ia tinggali sekarang. Ga tau dia harus tinggal dimana setelah anaknya datang,” timpal Tetangga Juama, Seninya.

Hingga saat ini, aku Seninya, tidak ada bantuan yang diterima Juama meski kondisinya memprihatinkan. “Dulu katanya pernah dapat bantuan seekor kambing. Namun karena ga ada yang cari rumput, akhirnya kambing itu dijual,” jelasnya. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Rizal Wahyudi


Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

5 April 2025 - 20:16 WIB

Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu

5 April 2025 - 17:10 WIB

Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

3 April 2025 - 18:17 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Trending di Regional