Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 22 Apr 2020 11:58 WIB

Jelang Ramadhan, Muncul Penjual Bunga Musiman


					Jelang Ramadhan, Muncul Penjual Bunga Musiman Perbesar

MAYANGAN-PANTURA7.com. Menjelang bulan suci Ramadan, bermunculan penjual bunga musiman (dadakan) di sejumlah pasar dan kawasan pemakaman umum di Kota Probolinggo. Hal itu terkait tradisi nyekar ke makam keluarga dan leluhur yang dilakukan sebagian warga Kota Probolinggo.

Seperti terlihat di Pasar Baru, Jalan Niaga, Rabu (22/4/2020), banyak dijumpai penjual bunga dadakan. Memang sebelumnya sudah ada penjual bunga tetap yang jumlahnya tidak sampai hitungan jari.

Penjual kembang didominasi perempuan, warga sekitar pasar yang memanfaatkan momen tahunan. Jenis bunga yang dijual pun bervariasi, mulai Rp5-10 ribu, bahkan ada yang Rp25 ribu tergantung kualitas dan kuantitas bunga.

Aminah (55), yang sudah delapan tahun berjualan bunga mengaku, omzet penjualannya meningkat menjelang Ramadhan. Jika hari-hari biasa, ditambah kondisi gawat darurat akibat Covid-19, bunga yang dijual hanya laku puluhan ribu per hari.

“Alhamdulillah, penghasilan saya bertambah. Jika hari biasa hanya tiga puluh ribu, kali ini bisa mencapai ratusan ribu,” katanya.

Ia pun mengaku, tidak khawatir dengan munculnya banyak penjual bunga dadakan. Soalnya hal itu sudah biasa terjadi setiap tahun menjelang Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Buat apa khawatir, rezeki sudah ada yang mengatur. Ini sudah biasa setiap tahun,” kata warga Kelurahan Jati itu.

Aminah mengatakan, harga bunga sedikit naik sebab harga kulak di pengepul harga bunga juga naik. Untuk memudahkan penjualan, kemudian mengemas bunga itu dalam kantong plastik.

“Harga di pengepul sedikit naik, jadi saya siasati dengan mengemas di kantong plastik. Ada juga konsumen yang membeli hanya dua macam bunga, ada juga yang tiga rupa bunga. Harga juga menyesuaikan,” terangnya. (*)


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Muhammad Rizal


Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

5 April 2025 - 20:16 WIB

Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu

5 April 2025 - 17:10 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Mudik Gratis di Pasuruan, Ratusan Warga Berangkat Pulang Kampung Hari Ini

28 Maret 2025 - 15:52 WIB

Trending di Regional