Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Kesehatan · 26 Apr 2020 16:18 WIB

Diduga Terinfeksi Covid-19, Santri di Curahsawo Pilih Kabur Saat Dijemput Tim Satgas


					Diduga Terinfeksi Covid-19, Santri di Curahsawo Pilih Kabur Saat Dijemput Tim Satgas Perbesar

GENDING-PANTURA7.com, Upaya Tim Satgas Percepatan Penanganan Bencana Non Alam Covid-19 Kabupaten Probolinggo dalam menekan penyebaran virus corona menemu jalan terjal. Upaya tim yang hendak melakukan proses karantina terhadap JR (16), pasien yang dinyatakan positif Covid-19 gagal total.

Pasalnya, pasien asal Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo itu kabur saat dijemput paksa oleh Tim Satgas ke rumahnya, Minggu (26/4/2020) malam. Diduga, pasien yang juga berstatus santri itu kabur bersama keluarganya.

Tim Satgas bersama tokoh masyarakat yang merangsek masuk ke dalam rumah FT, orang tua JR, tak menemui sasaran. Di dalam rumah, JR dan orang tuanya tidak ditemukan.

“JR menunjukkan kecenderungan reaktif, berdasarkan dua kali hasil rapid test yang dilakukan Satgas Covid-19. Artinya yang bersangkutan dinyatakan positif terpapar Covid-19,” terang Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Ugas memprediksi, JR terpapar Covid-19 ketika sedang mondok di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan. Dugaan itu diperkuat dengan munculnya puluhan pasien positif Covid-19 dari daerah lain yang juga merupakan santri di Ponpes Temboro.

“JR merupakan bagian dari klaster Temboro. Sudah seharusnya dia kami rawat dan karantina di tempat khusus. Namun pihak keluarga tidak kooperatif, justru kabur beserta seluruh anggota keluarganya dalam satu mobil. Bisa dibayangkan bagaimana akibatnya,” kecam Ugas.

Ugas memperingatkan agar JR dan keluarganya segera menyerahkan diri ke Tim Satgas. Selain itu, imbuh Ugas, JR dan keluarganya harus bersedia menjalani perawatan dan karantina yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Kami minta kerjasamanya di situasi yang genting ini. Mohon jangan mempersulit kerja Satgas Covid-19. Kalau ini dibiarkan, maka penanganan Covid-19 ini akan sia-sia,” pinta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo ini.

Dilain pihak, salah seorang anggota keluarga JR mengklaim, JR tak pantas dikarantina dengan alasan dia sudah mengantongi surat keterangan sehat dari ponpesnya. Alasan lain, JR nampak sehat-sehat saja selama berada di rumah sejak sepekan terakhir.

“Kalau hasilnya positif, pasti dia (JR, red) sakit. Buktinya sepengetahuan saya, keponakan saya itu sehat-sehat saja,” sebut keluarga JR, yang enggan disebutkan namanya ini. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Editor : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan