Menu

Mode Gelap
Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

Religi & Pesantren · 30 Okt 2020 02:39 WIB

PBSG Gelar Temu Kangen Perdana, Begini Kemeriahannya


					PBSG Gelar Temu Kangen Perdana, Begini Kemeriahannya Perbesar

KREJENGAN-PANTURA7.com, Guna mempererat tali silaturahmi di era milenial, Pesantren Baitus Sholihin Genggong (PBSG) Timur, di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, menggelar ‘Temu Kangen 1’ dengan para alumni, pada Kamis (29/10/2020) siang.

Reuni akbar yang diikuti angkatan pertama, yakni angkatan tahun 2006 di Madrasah Kholafiyah Syafi’iyah Wustha (setingkat SMP) dan Ulya (setingkat SMA) berlangsung khidmat.

Salah satu pengasuh PBSG, KH. Moh Hasan Maulana menyampaikan, meski alumni sudah terjun dan kembali ke masyarakat, bukan berarti mereka lepas dari pesantren. Sebaliknya, alumni harus menjadi ‘agen’ pesantren dalam menebar kebaikan ke masyarakat.

“Salah seorang alumni asal Jember pernah bercerita, kakeknya dulu pernah didatangi Kiai Hasan Genggong dalam mimpi. Dalam mimpinya Kiai Sepuh berkata, bahwa umur dia sebenarnya sudah habis, tapi ditambah 9 bulan lagi berkat silaturahmi,” katanya.

TEMU KANGEN : Acara temu kangen perdana alumni Madrasah Kholafiyah Syafi’iyah Wustha-Ulya Pesantren Baitus Sholihin Genggong kemudian ditutup dengan makan bareng ala santri. (Foto : Moh Ahsan Faradies)

Sementara itu, Kepala Madrasah Khilafiyah Syafi’iyah Wustha dan Ulya, KH. Ahsan Qomaruzzaman berharap, alumni tidak sampai masuk dalam satu golongan sebagaimana disampaikan dalam hadis Rasulullah SAW tentang orang yang memutus tali silaturahmi.

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus jalinan tali silaturahmi. Maka dari itu tetaplah menjaga silaturahmi baik dengan guru dan pesantren, lebih-lebih ke Kiai Sepuh. Setidaknya dengan tawassul membaca Al-fatihah,” ujar kiai muda yang akrab disapa Non Aka ini.

Seusai ramah tamah, Temu Kangen Pertama yang diikuti sekitar 55 alumni ini, ditutup dengan makan bersama dengan cara polok’an, dimana nasi dan lauk pauk dihampar memanjang diatas wadah plastik atau daun pisang.

Rencananya, reuni serupa akan digelar secara berkelanjutan setiap tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahun. (*)

Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

TP PKK Lumajang Tebar Ilmu Perkuat Iman dengan Kajian Tafsir dan Tahsin Al-Qur’an

27 Maret 2025 - 15:41 WIB

NU Lumajang Beberkan Lima Keistimewaan yang Perlu Diketahui Saat Bulan Ramadhan

6 Maret 2025 - 11:54 WIB

Tentukan Awal Ramadhan, NU Kota Probolinggo Tunggu Sidang Isbat

26 Februari 2025 - 09:28 WIB

Perluas Dakwah, NU Krejengan Probolinggo Gelar Pelatihan Digital

10 Februari 2025 - 15:43 WIB

Mengenal Sofia, Aktivis asal Leces yang Kini Menakhodai Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

27 Januari 2025 - 13:04 WIB

Kreatif! Ponpes Azidan Barokatu Zainil Hasan Gelar Lomba Kreasi Tumpeng Sambut Hari Ibu

16 Desember 2024 - 19:43 WIB

Era Baru NU Kota Probolinggo Dimulai, Tiga Pilar jadi Spirit Gerakan

27 Oktober 2024 - 19:22 WIB

MUI Kab. Probolinggo Sebut Agen Zionisme Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

29 Juli 2024 - 19:33 WIB

Ratusan Jamaah Haji Kota Probolinggo Tiba, Pj. Walikota Beri Pesan Begini

4 Juli 2024 - 13:06 WIB

Trending di Religi & Pesantren