Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 22 Des 2020 13:35 WIB

Ekonomi Lesu, Perajin Mebel Tertolong Peti Jenazah


					Ekonomi Lesu, Perajin Mebel Tertolong Peti Jenazah Perbesar

BESUK-PANTURA7.com, Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga melanda Kabupaten Probolinggo, membuat sektor ekonomi lesu. Tak terkecuali bagi perajin mebel atau industri pengolahan kayu rumahan.

Seperti yang diceritakan Abdul Muni (64), perajin mebel asal Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Menurutnya, pademi Covid-19 membuat omset usahanya anjlok.

Para pemesan mebeler seperti kursi, meja, lemari hias atau lemari pakaian, nyaris tidak ada sama sekali. Tidak hanya pembeli lokal, konsumen dari luar daerah pun seperti kompak stop pesanan.

Dikatakan Muni, sebelum pandemi Covid-19, tiap bulan ia selalu menerima pesanan dan mengirim berbagai macam produk mebel dari luar daerah. Seperti ke Madura, Surabaya, Jogjakarta, Malang, Jember, Banyuwangi, Lumajang hingga Sulawesi.

“Biasanya (yang dikirim) bangku, kursi dan lemari dengan harga produk yang bervariasi. Paling murah kami jual seharga Rp 2 juta sampai ke atas, tergantung permintaan pesanannya juga,” kata Muni kala ditemui di mebelnya, Selasa (22/12/2020).

Agar usaha rumahannya tidak gulung tikar, mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini pun mencari cara. Saat itulah ia melihat bahwa kebutuhan peti mati meningkat akibat tingginya pasien Covid-19 yang meninggal, sebagai peluang mengembalikan geliat usahanya.

“Saya mendapat informasi bahwasanya pasien Covid-19 yang meninggal, itu dikubur pakai peti. Kami kemudian berinisiatif membuat peti jenazah, lalu ditawarkan ke berbagai rumah sakit. Alhamdulilah, responnya baik,” ceritanya.

Pensiunan guru ini dibantu sejumlah karyawannya kemudian memutuskan untuk memproduksi peti jenazah sejak Oktober 2020. Selama itu pula hingga kini, ia telah mengirim sedikitnya 35 peti jenazah ke sejumlah rumah sakit.

“Alhamdulillah usaha kami terselamatkan pesanan peti ini, kami buat jika ada pesanan dari rumah sakit. Untuk harganya, mohon maaf itu rahasia demi menjaga kesepakatan yang telah terjalin dengan pihak rumah sakit,” ungkap pria 4 anak ini.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto mengatakan, soal pemesanan peti jenazah, pihaknya memang memaksimalkan produk lokal daripada buatan luar daerah. Pertimbangannya, demi membantu memulihkan ekonomi masyarakat lokal.

“Pesanan peti, biasanya kami ambil dari produksi lokal. Karena kita ketahui sendiri, dampak pandemi bagi para pengusaha. Terlebih usaha mebel yang sudah tidak maksimal dalam memproduksi meja, kursi dan lainnya,” beber Sugianto. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 151 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi