Menu

Mode Gelap
Emosi Saat Disapa, Eks Napi Tantang Polisi, Begitu Diperiksa Positif Sabu dan Judi Online Kebijakan soal Pajak ‘Dikuliti’, Gubernur Khofifah Beberkan Prinsip Keadilan Fiskal Mengenal Sejarah Transportasi Kereta Api di Lumajang pada Masa Kolonial Belanda Ketua DPRD Lumajang: Keterbukaan Informasi Publik Langkah Strategis untuk Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Bupati Lumajang Siap Berikan Solusi untuk Guru non-NIP Peringatan Harjakabpro ke-279 Dikemas Sederhana, Diawali Ziarah Kubur dan Tasyakuran

Hukum & Kriminal · 20 Jan 2021 08:38 WIB

Polisi Periksa 18 Petugas RSUD Waluyo Jati


					Polisi Periksa 18 Petugas RSUD Waluyo Jati Perbesar

PAJARAKAN-PANTURA7.com, Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo memeriksa 18 karyawan dan petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati, Kraksaan, Selasa (19/1/2021) siang.

Ke-18 orang yang diperiksa adalah, 3 sekuriti, 5 petugas ruang isolasi khusus (RIK) lantai atas dan 5 petugas RIK lantai dasar serta 5 petugas ruang instalasi gawat darurat (IGD). Pemeriksaan itu merupakan tindak lanjut insiden penjemputan paksa jenazah Covid-19.

Pemeriksaan itu dibenarkan Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sugianto. Menurut ia, mereka diperiksa sebagai saksi setelah RSUD melaporkan insiden Sabtu (16/1/2021) malam lalu.

“Ya benar (diperiksa penyidik) karena yang melaporkan itu kami. Namun untuk pemeriksaan dan yang lainnya itu merupakan teknik penyidik jadi prioritas ada di penyidik siapa yang diperiksa dulu,” kata Sugianto, Rabu (20/1/2021).

Sementara itu Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso mengatakan, pihaknya masih memeriksa saksi dari pihak rumah sakit, baik dari petugas kesehatan (nakes) ataupun pihak keamanan rumah sakit yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat kejadian.

“Sementara hanya sebatas pemeriksaan saksi, tapi untuk ke depannya jika nama-nama terduga pelaku sudah muncul tidak menutup kemungkinan mereka akan dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Selanjutnya, selain pendalaman, kami juga akan koordinasi dengan Satgas Covid-19 ” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, ratusan warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, menjemput paksa jenazah perempuan bernama Rodiyah (47) yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19. Akibatnya banyak fasilitas rumah sakit rusak.

Atas insiden penjemputan paksa ini, polisi menyiapkan 3 pasal bagi terduga pelaku, yaitu pasal 170 KUHP tentang perusakan, pasal pasal 160 KUHP tentang penghasutan (provokasi) dan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Emosi Saat Disapa, Eks Napi Tantang Polisi, Begitu Diperiksa Positif Sabu dan Judi Online

19 April 2025 - 16:54 WIB

Pria Pembunuh Istri di Probolinggo Terancam Hukuman Mati, ini Pasal yang Diterapkan Polisi

18 April 2025 - 17:43 WIB

Diawasi dari Udara, Lokasi Sabung Ayam di Nguling Dibongkar Polisi

18 April 2025 - 05:40 WIB

Wanita Muda Kena Begal di Leces Probolinggo, Tangan Nyaris Putus

17 April 2025 - 18:23 WIB

Habisi Istri dengan Keji, Didik Mengaku Dibakar Rasa Cemburu

17 April 2025 - 17:21 WIB

Polres Pasuruan Kota Bongkar Sindikat Sabu, Lima Orang Diamankan

17 April 2025 - 17:08 WIB

Pelaku Pembuhunan Wanita Muda di Banyuanyar Probolinggo Tertangkap, Ternyata Suami Korban

17 April 2025 - 15:02 WIB

Oknum Guru PNS di Lumajang yang Lakukan Pelecehan Seksual Belum Jadi Tersangka

16 April 2025 - 19:49 WIB

Tiga Terdakwa Kasus Ganja di Lumajang Dituntut Beragam

16 April 2025 - 19:33 WIB

Trending di Hukum & Kriminal