Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 6 Mar 2021 13:27 WIB

Sempat Meroket, Harga Bawang Merah Mulai Stabil


					Sempat Meroket, Harga Bawang Merah Mulai Stabil Perbesar

DRINGU-PANTURA7.com, Sempat meroket, harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo mulai turun. Selain itu, stok komoditas dapur ini pasaran juga sudah melimpah.

Kepala Pasar Bawang Dringu, Sutaman menjelaskan, sejak dua hari ininharga bawang merah mulai menunjukkan harga normal. Harga bawang merah besar saat ini Rp 26 ribu, padahal sebelumnya diatas Rp 30 ribu per kilogram (Kg).

“Bawang merah ukuran sedang saat ini dijual kisaran Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu/Kg. Sedangkan bawang merah kecil berada di kisaran Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu/Kg,” terang Sutaman, Sabtu (6/3/2021).

Sutaman menjelaskan, selain harga yang mulai bersahabat, pasokan bawang merah dari petani juga cukup baik. Alhasil, stok bawang merah di Pasar Bawang pun cukup melimpah.

“Harga bawang merah mulai normal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Saat ini sudah mulai banyak pembeli dari luar kota, stok bawang merah disini mencapai 27 ton, jadi sangat aman,” ujarnya.

Lantaran masih musim hujan, sambungnya, rata-rata bawang merah yang dijual petani masih kategori biasa, bukan kategori super. “Ya hanya besar saja, belum super,” ia menjelaskan.

Sutaman menyebut, membaiknya harga bawang merah juga diikuti oleh bibit bawang varietas biru lancor. Varietas ini kini diburu petani karena dinilai sangat cocok ditanam kala musim penghujan.

“Saat ini bibit barang merah banyak dicari karena petani bersiap memasuki masa tanam. Salah satunya varietas biru lancor banyak diburu petani, baik dari dalam maupun luar daerah Probolinggo,” beber Sutaman. (*)


Editor : Efendi Muhamad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi