Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 22 Apr 2021 21:48 WIB

Jalan Antar Kecamatan Rusak, Warga Sentong Gotong Royong


					Jalan Antar Kecamatan Rusak, Warga Sentong Gotong Royong Perbesar

KREJENGAN, Warga Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo akhirnya memilih bergotong royong, Rabu (21/4/2021) malam untuk memperbaiki jalan berlubang. Rusaknya jalan penghubung antar kecamatan itu sempat ramai (viral) diperbincangkan di media sosial (medsos).

Moh. Toyyib, warga setempat mengatakan, perbaikan jalan itu atas inisiatif warga sendiri. Inisiatif itu muncul setelah beredar kabar kondisi jalan itu dikeluhkan warga dan pengguna jalan.

Sehingga, lanjut ia, masyarakat sekitar kemudian memilih bergotong royong menembal jalan berlubang tersebut di malam hari. Sebab, jika perbaikan siang, maka selain menguras tenaga karena mereka berpuasa juga bisa mengganggu arus lalu lintas.

“Tadi malam, langsung warga iuaran untuk membeli barang yang dibutuhkan dan segala macamnya, kemudian dikerjakan bersama-sama. Karena setelah viral kita tunggu respon pihak terkait tidak ada,” kata Toyyib, Kamis (22/4/2021).

Sejatinya, lanjut dia, jalan penghubung dua kecakata, Kraksaan-Gading tersebut sering diperbaiki oleh warga.Bahkan ketika perbaikan selesai dan kembali rusak cara satu-satunya agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas dengan pemasangan rambu-rambu peringatan.

“Ya dengan alat seadanya, kadang kami kasih pohon, baik pohon pisang, dahan dan rating pohon mangga itu, sudah pernah. Meskipun ada yang kecelakaan tapi sejauh ini tidak ada yang sampai meninggal dunia,” tutur dia saat ditemui di rumahnya.

Dalam perbaikan ini, sambung Iip, sapaan akrabnya, berbeda dengan sebelumnya. Sebab, selain semen dan pasir, warga juga berinisiatif memasang besi sebagai penguat, dengan harapan sedikit bertahan lama dengan sebelumnya.

“Kalau sebelumnya, hanya semen dan pasir saja, kadang juga pasir saja jadi kalau hujan tergerus lagi. Kalau sekarang insyaallah bertahan lama, semoga saja cepat direspon dan diperbaiki lebih baik dan layak lagi,” tutup pria dua anak ini. (*)

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura