Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Ekonomi · 4 Mei 2021 17:48 WIB

Pusat Perbelanjaan Mulai Sesak, Pengelola Diminta Perhatikan Prokes


					Pusat Perbelanjaan Mulai Sesak, Pengelola Diminta Perhatikan Prokes Perbesar

PROBOLINGGO,- Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo mulai dipadati oleh warga. Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengimbau, pusat perbelanjaan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pantauan PANTURA7.com, pusat perbelanjaan sepanjang Jl. dr. Sutomo, Kecamatan Mayangan, sejak 2 hari terakhir disesaki warga, yang ingin belanja kebutuhan lebaran. Ironisnya, beberapa pengunjung terlihat tak bermasker.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Ahmad Sudiyanto menuturkan, dengan fenomena ini maka protokol kesehatan harus diperketat. Pemilik usaha wajib menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya.

Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung, hand sanitizer, serta meminta pemgunjung untuk memakai masker. Tak lupa, pengunjung yang datang juga harus dibatasi minimal 50 persen dari kapasitas tempat serta menyediakan ruang tunggu.

“Meskipun fenomena ini terjadi terjadi tiap tahun, kita berharap pengelola pusat perbelanjaan turut membantu memutus penyebaran Covid-19, setidaknya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Sudiyanto, Selasa (4/5/21).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Satpol PP kota Probolinggo, Aman Suryaman. Ia mengatakan, pengelola pusat perbelanjaan wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes). Jika tidak, Satgas Covid-19 tidak segan-segan melakukan tindakan.

“Kita berharap, selain penerapan protokol kesehatan, juga ada pembatasan jam buka, maksimal sampai pukul 21.00 WIB. Jika ada yang buka lebih dari jam itu, petugas akan mengingatkan, jika membandel ada mekanisme yang akan didapat pengelola,” ancamnya.

Sementara, Manajer Store Area salah satu pusat perbelanjaan di Jl. dr. Sutomo, Sri Lestari mengaku bahwa beberapa hari ini lonjakan pengunjung meskipun belum signifikan. Ia mengaku, penerapan protokol kesehatan telah dilakukan, bahkan sejak awal pandemi lalu.

“Memang ada kenaikan jumlah pengunjung. Tentu kita akan terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, juga dengan menyiagakan petugas keamanan yang memantau pengunjung,” terang Sri Lestari. (*)

Editor : Efendi Muhamad
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi