Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Hukum & Kriminal · 22 Mei 2021 22:08 WIB

Toko Kerap Diobok-obok Maling, Janda di Kedopok Enggan Lapor Polisi


					Toko Kerap Diobok-obok Maling, Janda di Kedopok Enggan Lapor Polisi Perbesar

KEDOPOK,- Warung peracangan milik Sutin (51), di Jl. Sunan Murian, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Selasa (18/05/21) dinihari lalu. Namun anehnya, korban baru melaporkan itu ke polisi, Sabtu (22/05/21) sore.

Pemilik toko peracangan, Sutin mengatakan, pencurian terjadi saat toko miliknya sudah tutup. Ia memperkirakan, pelaku berjumlah lebih dari 2 orang dan masuk ke toko melalui atap.

Setelah pelaku berhasil masuk ke dalam toko, imbuh Sutin, mereka kemudian membawa barang-barang jualan di toko. Jumlah kerugian akibat ulah sekelompok maling itu diperkirakan sekitar Rp 10 jkuta.

“Rokok puluhan pres berbagai merek, makanan ringan, lampu yang saja jual dan barang lain raib diambil pelaku. Kerugian saya tafsir mencapai Rp 10 juta,” ujar Sutin.

Selang 4 hari setelah kejadian, Sutin melaporkan kejadian itu ke Muhammad Sudiono, Ketua RT/03 RW/02. Atas saran sang ketua RT, Sutin yang awalnya enggan melapor, akhirnya bersedia melaporkan ke Polsek Wonoasih.

Alasan Sutin tidak melapor ke pihak berwajib, karena ia merasa sering menjadi korban pencurian. Namun selama itu pula, para terduga pelaku masih bebas berkeliaran..

“Saya baru melapor karena dipaksa oleh ketua RT. Sebelumnya saya enggan melapor karena beberapa kali toko saya hampir dibobol pencuri, dan salah satunya terjadi pada Selasa kemarin itu,” beber janda dengan 2 anak ini.

Ketua RT/02, Muhammad Sudiono mengatakan, toko peracangan milik Sutin selama ini memang menjadi sasaran empuk maling. Selain banyak menjual barang berharga, lokasi toko yang terpisah dari rumah Sutin, membuat pengawasan toko relatif longgar.

“Sudah 4 kali ada percobaan pencurian dan sekali pelaku berhasil mencuri. Selain itu, lampu penerangan di toko Sutin sering hilang dicuri orang. Atas hal itu, saya minta Sutin agar melapor saja ke Polsek Wonoasih,” ujar Sudiono. (*)

 

Editor : Efendi Muhammad

Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Terdakwa Pencurian Motor di Pasuruan Dibebaskan, Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

27 Maret 2025 - 17:13 WIB

Jelang Lebaran, Kades di Jember jadi Korban Pemerasan Oknum LSM

27 Maret 2025 - 04:51 WIB

Seekor Kerbau di Lumajang Dicuri dan Dimutilasi

26 Maret 2025 - 17:06 WIB

Trending di Hukum & Kriminal