Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pendidikan · 25 Mei 2021 18:40 WIB

Kota Probolinggo Gelar Sekolah Tatap Muka, Guru Wajib Vaksin


					Kota Probolinggo Gelar Sekolah Tatap Muka, Guru Wajib Vaksin Perbesar

MAYANGAN,- Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mulai menerapkan sekolah tatap muka (STM) di tingkat SLTP dan SD, baik negeri maupun swasta. Namun pembelajaran tatap muka yang dimulai sejak Senin (24/5/21) ini, sifatnya masih sebatas uji coba.

Pada hari kedua STM, Selasa (25/5/21), Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zaenal Abidin, meninjau proses pembelajaran tatap muka dengan menggelar inspeksi mendadak (Sidak). Wali Kota sidak di 2 lokasi berbeda.

Dua sekolah itu meliputi SMPN 2 Kota Probolinggo, dan SDN Sukabumi 2 Mayangan. Wali Kota meninjau penerapan protokol kesehatan (prokes) seperti pemakaian masker, cek suhu tubuh, serta penyediaan fasilitas cuci tangan di depan ruang kelas.

Wali Kota menjelaskan, pembelajaran tatap muka digelar setelah mendapat persetujuan dari wali murid. Namun menurutnya, selain penerapan prokes, ada sejumlah pembatasan yang diberlakukan.

Dijelaskannya, dalam STM ini sekolah menerapkan sistem shift. Setiap pembelajaran dibatasi maksimal 2 jam dan jumlah siswa dalam 1 kelas hanya 50 persen dari kapasitas normal. Selain itu, siswa wajib diantar dan jemput oleh orang tuanya.

“Kita berharap komitmen wali murid maupun orang tua, agar pembelajaran tatap muka ini dapat terus terlaksana. Meski demikian, jika orang tua menginginkan belajar dari rumah, sekolah akan tetap melayani,” kata Wali Kota.

Wali Kota menjamin, STM tidak akan menjadi klaster baru penyebaran virus korona. “Kasus Covid-19 di Kota Probolinggo sudah terkendali, para tenaga pendidik di setiap sekolah juga sudah divaksin,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Muhammad Maskur menyebut, STM memang sudah dirindukan oleh siswa. Sebab metode STM dinilai lebih efektif dibandingkan sekolah via dalam jaringan (daring).

“Respon waliurid tentang dimulainya pembelajaran tatap muka ini cukup baik, sehingga kita berusaha agar pembelajaran tatap muka terus terlaksana. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” ujar Maskur.(*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan