Menu

Mode Gelap
Tepergok Curi Tas di Pemandian Banyu Biru, Pria ini Nyonyor Digebuki Warga Halal Bihalal di Pasuruan, Gus Hilman Gelorakan Semangat Pengembangan Riset dan Literasi Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

Pemerintahan · 16 Agu 2021 18:22 WIB

Sebulan PJU Dimatikan, Pemkot Probolinggo Hemat Tagihan Rp32 Juta


					Sebulan PJU Dimatikan, Pemkot Probolinggo Hemat Tagihan Rp32 Juta Perbesar

MAYANGAN,- Selama satu bulan lebih sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU), ruas jalan di Kota Probolinggo dimatikan. Kebijakan untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu rupanya juga memberi keuntungan finansial.

Seperti diketahui, sejak pemerintah menerapjan PPKM Darurat di Jawa dan Bali pada 3 Juli lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo memadamkan PJU sejak 7 juli 2021. Tujuannya, guna mengurangi keramaian warga di tempat terang.

Lantaran banyak PJU padam, otomatis tagihan kistri untuk PJU turun. Pada bulan Juni 2021, tagihan listrik PJU yang dibayarkan Pemkot Probolinggo sebesar Rp. 1,111 miliar.

Sedangkan tagihan listrik PJU bulan Juli 2021, sebesar Rp 1079 miliar. Artinya, ada penurunan jumlah tagihan listrik yang nilainya mencapai Rp 32 juta per bulan.

“Jika dilihat dari tagihan bulan Juni dan Juli, ada penurunan taguhan yakni sekitar Rp 32 juta per bulan. Namun demikian, pemadaman ini masih berlangsung, karena selama dua pekan di bulan Agustus 2021, PJU masih kita matikan”, ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Agus Efendi, Senin (16/8/21).

Meski Kota Probolinggo sudah turun level dari PPKM Level 3 ke Level 4, namun PJU di kota anggur itu tetap dimatikan sekitar 70 persen. Adapun 30 persen PJU sisanya, masih tetap menyala.

Beberapa ruas jalan yang tidak dipadamkan penerangannya, seperti Jl. Raya Bromo. Jalur itu dibiarkan tetap terang, karena selain merupakan jalur penghubung antar kota, juga lokasinya cukup strategis.

“Pemadaman PJU ini akan terus kita lakukan selama PPKM berlangsung,. Namun, jika pemerintah pusat tidak melanjutkan PPKM, maka PJU akan kembali kita hidupkan,” imbuh Agus. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: A. Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan