Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Pemerintahan · 15 Feb 2022 19:21 WIB

Dua Hari Lagi Pilkades Probolinggo, Gus Haris: Jaga Kondusifitas


					Dua Hari Lagi Pilkades Probolinggo, Gus Haris: Jaga Kondusifitas Perbesar

KRAKSAAN,- Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Probolinggo menyisakan dua hari lagi. Berbagai kalangan berharap agar pesta demokrasi di tingkat desa ini berjalan dengan baik, lancar dan aman serta keamanan dan ketertiban kamtibmas (kamtibmas) kondusif.

Harapan serupa diungkapkan kiai muda asal Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Gus dr. Moh Haris Damanhury Romly. Dikatakannya, jika berbicara pilkades tidak bakal lepas dan tidak bakal terpisahkan dari kemaslahatan umat.

Menurut Gus Haris, sapaan akrabnya, beberapa faktor untuk menciptakan kemaslahatan umat di suatu tempat di antaranya, desa harus kondusif. Sebab, akibat dalam persaingan pilkades itu bisa menyisakan persoalan panjang yang dialami orang-orang terdekat.

“Gesekan-gesekannya pasti dengan orang yang setiap hari berpapasan dengan kita yang lantaran side effect dari Pilkades. Sehingga nanti menyisakan persoalan beberapa tahun kemudian dikarenakan adanya sentuhan-sentuhan dari pilkades ini,” kata Gus Haris, Selasa (15/2/2022).

Oleh karena itu, lanjut keponakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah itu, agar pilkades kali ini benar-benar dijadikan sebagai demokrasi yang nantinya jika muncul pemimpin baru itu tetap harus diterima semua pihak.

“Alumni dan orang-orang yang masih mendengar kami, monggo sejatinya pilkades ini dijadikan sebuah momen demokrasi yang memiliki seorang pemimpin dan apapun pada akhirnya jika sudah terjalani dan ada yang terpilih secara demokrasi itu harus diterima,” tutur Gus Haris.

Gus Haris menambahkan, jika proses pilkades sampai terpilihnya pemimpin baru diterima oleh semua kalangan, bukan tidak mungkin lagi kemaslahatan umat tercipta dan kegaduhan yang sejatinya mengundang mudharat bisa dihindari antar pendukung.

“Kegaduhan-kegaduhan ini justru akan jauh banyak mudharatnya. Memang, mesti ada yang tidak puas dengan hasilnya dan sebagainya, tapi prinsipnya kita semua berharap semuanya aman dan tentram terutama di Kabupaten Probolinggo ini,” tutur pria yang juga Ketua HKTI Kabupaten Probolinggo ini. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : Albafillah

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan