Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Budaya · 16 Jun 2022 14:25 WIB

Yadnya Kasada, Dua Dukun Pandita Dikukuhkan


					Yadnya Kasada, Dua Dukun Pandita Dikukuhkan Perbesar

Sukapura,- Setelah melalui serangkaian acara, Yadnya Kasada yang diperingati warga Tengger digelar Kamis dini hari (16/6/2022). Pada Yadnya Kasada tahun ini, ada dua dukun pandita yang dikukuhkan. Dan sama seperti tahun lalu, wisatawan dilarang menyaksikan Yadnya Kasada di kawasan Gunung Bromo.

Sejak Kamis pukul 00.01, ongkek atau hasil bumi yang akan dilarung ke kawah Gunung Bromo dari empat kabupaten, tiba di Pura Luhur Poten. Barulah sekitar pukul 02.00, prosesi upacara Yadnya Kasada digelar.

Diawali dukun pandita yang bercerita tentang kisah Roro Anteng dan Joko Seger, dilanjutkan dengan prosesi utama Yadya Kasada. Puluhan dukun dari empat kabupaten terlibat dalam pembacaan mantra.

“Dalam upacara Yadya Kasada tahun ini ada dua dukun pandita yang dikukuhnya, yakni Nur Fadli dari Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan Sutris dari Desa Kedasih, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang sudah di nyatakan lulus sebelumnya,” ujar Ketua Parisada Hindu Darma (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto.

Setelah prosesi Yadnya Kasada usai, ongkek yang berisi hasil bumi yang sebelumnya di bawa dan dikumpulkan di Pura Luhur Poten, dibawa ke bibir kawah Gunung Bromo. Selanjutnya ongkek dilarung ke dalam kawah Gunung Bromo.

“Selain permintaan dari anak ke-25 dari Joko Seger dan Roro Anteng, larung hasil bumi ini juga sebagai rasa syukur kepada leluhur karena telah diberi kesejahteraan hingga rezeki dan keselamatan selama hidup,” imbuh Bambang Suprapto.

Ketua Umum Paiketan Krama Bali yang juga hadir dalam Yadya Kasada, I Wayan Jondra, mengatakan, upacara Yadnya Kasada hingga prosesi pengukuhan dukun pandita yang diikuti mendapat antusias luar biasa dari warga Suku Tengger. Meskipun sempat hujan rintik-rintik, sehingga dua dukun pandita tersebut diharapkan dapat memandu masyatakat dengan baik.

“Untuk tradisi larung hasil bumi di kawah Gunung Bromo, hampir sama dengan upacara Mulang Pekelem di Bali, namun yang membedakan yakni prosesi upacara Yadya Kasada hingga pengukuhan dukun pandita hanya ada di Gunung Bromo. Jadi masyarakat harus datang karena upacara ini cukup bagus dan unik,” ujarnya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

5 April 2025 - 16:13 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2)

5 April 2025 - 12:41 WIB

Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

4 April 2025 - 20:35 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Trending di Budaya