Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 12 Jul 2022 20:43 WIB

KPU Jatim Ajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu


					KPU Jatim Ajak Pemilih Pemula Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Perbesar

Probolinggo – Pemilih pemula menjadi perhatian bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur karena memiliki potensi besar dalam gelaran pemilu di setiap daerah. Untuk itu, KPU Jawa Timur mengajak pemilih pemula yang ke depan dapat membuat perubahan.

Hal itu diungkapkan Divisi Sosdiklih Parmas KPU Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro dalam sosialisasi yang digelar di sebuah kafe di Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo, Selasa (12/7/2022). Dikatakan pemilih pemuda memiliki peran besar dalam pelaksanaan Pemilu 2024, di mana jumlahnya sebesar 48%.

Selain itu, para pemilih pemula ini memiliki karakter kuat di antaranya, lebih toleran, berpikir terbuka, bersikap kritis dan analitis, serta haus perubahan.

“Selain itu, para pemilih pemula ini berkecenderungan akan menggunakan hak pilihnya seterusnya, memberikan hak suaranya untuk kemajuan,” ujarnya.

Selain itu, dalam acara dengan tema Sosialisasi Pendidikan Pemilih, segmentasi pemilih pemuda di daerah rawan konflik, ada tiga kota yang dipilih dalam sosialisasi ini salah satunya Kota Probolinggo, yang mana pada tahun 2013, terjadi kerusuhan.

“Selain itu, di Kota Probolinggo juga ada laporan dari Polresta bahwa dengan adanya Covid-19 kemarin juga rawan kriminalitas. Sehingga dengan mengajak pemilih muda dan pemilih pemula ini cukup besar, jadi jika tingkat parmas (partisipasi masyarakat, Red.) tinggi maka akan berpengaruh terhadap parmas pemilu,” imbuh Gogot.

Sementara, Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal mengatakan, dalam pelaksanaan pemilu ada beberapa ancaman . Di mana ancaman dapat berdampak dalam pelaksanaan pemilu. Ancaman tersebut di antaranya berita hoax, politik uang, dan black and negative campaign.

“Salah satunya berita hoax, di mana sarana berita hoax ini yakni media sosial, serta aplikasi chat. Selain itu yang menjadi ancaman pemilu yakni politik uang yang biasa terjadi saat pemilu,” ujarnya. (*) 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan