Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 5 Des 2022 09:48 WIB

Demi Hewan Ternak, Warga Lereng Semeru Kembali ke Perkampungan


					Demi Hewan Ternak, Warga Lereng Semeru Kembali ke Perkampungan Perbesar

Lumajang,- Satu hari hidup di posko pengungsian membuat warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru mulai jenuh.

Mereka pun secara bertahap pulang ke rumah masing-masing meski masih dilanda ketakutan akibat ancaman bahaya erupsi susulan.

Para pengungsi yang tinggal di balai kantor Kecamatan Candipuro itu memilih pulang lantaran memelihara hewan ternak. Hal itu terjadi pada 481 pengungsi di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Mereka mengungsi karena Desa Sumberwuluh yang hanya berjarak sekitar 10 KM dari puncak erupsi, ditetapkan sebagai zona merah.

Maka muncul keinginan agar mereka bisa kembali pulang ke rumah masing-masing. Namun ketakutan juga masih dirasakan di benak mereka.

Ancaman bahaya erupsi susulan masih menghantui perasaan warga. Seperti yang dituturkan Suminah warga Dusun Kampungrenteng, Desa Sumberwuluh.

“Saya khawatir dengan hewan ternak saya, sebab kemarin tidak sempat menyelamatkan kambing yang ada di belakang rumah. Kemarin itu saya buru-buru keluar untuk menyelamatkan diri,” kata Sumina, Senin (5/12/2022).

Hingga saat ini status Gunung Semeru mengalami peningkatan dari ‘Siaga’ menjadi ‘Awas’ atau dari Level III menjadi Level IV.

Adanya peningkatan status Gunung Semeru, PVMBG merekomendasikan kepada seluruh masayarakat yang ada di kawasan aliran Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.

Bahkan, di luar jarak tersebut masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di jarak 500 dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Sebab, lokasi tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak Gunung Semeru.

Selain itu, untuk masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 Km dari kawah maupun puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar Semeru.

Di samping itu, masyarakat diharapkan agar selalu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Sungai Besuk Kobokan. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura