Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pendidikan · 22 Des 2022 19:30 WIB

Saat Bocah-bocah di Lereng Gunung Semeru Dikenalkan dengan Mitigasi Bencana


					Saat Bocah-bocah di Lereng Gunung Semeru Dikenalkan dengan Mitigasi Bencana Perbesar

Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana alam bagi warga di lereng Gunung Semeru.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Lumajang. Tujuannya, agar dampak resikonya terus berkurang.

Kasubid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang, Amni Najmi menyampaikan, selain orang dewasa, anak-anak juga perlu dikenalkan dengan potensi bencana yang bisa terjadi di sekeliling mereka.

Menurutnya, hal tersebut penting, karena bencana bisa saja terjadi kapanpun, dimanapun mereka berada. Jika sudah dikenalkannya dengan potensi bencana, anak-anak diharapkan nantinya mampu melakukan tindakan evakuasi secara mandiri.

“Seperti gempa bumi, anak anak tahu bagaimana cara untuk melarikan diri, mengevakuasi diri. Paling tidak saat orang tua tidak berada di dekat anak-anak, mereka bisa evakuasi secara mandiri,” kata Amni saat memberikan sosialiasasi bencana untuk anak-anak yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kmais (22/12/22).

Sosialisasi yang dilakukan kali ini terbilang unik. Sebab BPBD Lumajang menggunakan alat peraga yang disenangi anak-anak. Mereka juga diputarkan video animasi untuk lebih mudah menangkap materi yang disampaikan.

“Kita gunakan media yang mudah dipahami oleh anak-anak, melalui pemutaran film animasi kebencanaan. Kemudian kita kenalkan potensi gempa bumi dan cara untuk menghindarinya,” urai dia.

Tidak hanya peserta didik, para orang tua pun turut mendapatkan informasi terkait kebencanaan. Hal itu dilakukan mengingat di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi berbagai macam bencana seperti gempa bumi, banjir hingga erupsi gunung berapi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada anak-anak usia dini dan para orang tua agar dapat memahami apa itu bencana dan cara menghindarinya,” Amni memungkasi. (*)

Editor: Efendi Muhamad
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan